Di laboratorium alam, gelombang berdansa,
Kuantum tersembul, di dimensi yang tak terpantau,
Titik-titik temu, takdir yang menggema,
Konvergensi jiwa, keajaiban t'lah terbuka.
Kembali, seperti reaksi kimia, yang tak terprediksi,
Cahaya alam semesta, merona dalam elusi,
Elemen-elemen hati, berpadu dalam harmoni,
Pada titik-titik temu, menjadi satu entitas.
Kembali dalam labirin ruang dan waktu, kita menyusuri,
Seperti partikel kecil, kita berputar mengelilingi,
Namun di titik-titik temu, dunia tak berarti,
Kita jadi satu, dalam relung makna yang tersembunyi.
Ketika gelombang rasa merasuki jiwa,
Menggetarkan kuantum perasaan, melampaui dimensi,
Makna terbentang, seperti hukum alam yang abadi,
Titik-titik temu, menjelma kisah eksata yang abstrak.
Kembali, dalam reaksi tak terlihat, di balik layar alam,
Mengalir zat tak kasat mata, menjadi nyata,
Demikianlah manusia, terjalin dalam waktu dan ruang,
Pada titik-titik temu, kita berpadu dalam makna.
Kembali, di dalam laboratorium hati, eksperimen berlangsung,
Mengurai benang merah, menggubah kisah tersembunyi,
Dari gelombang perasaan hingga dinamika dimensi,
Sebuah tanda eksata dari titik-titik temu yang tercipta.
Dalam sinar kesejukan gelombang foton,
Kita merenung pada titik-titik temu, di mana semua berpadu,
Makna dan keindahan, mengalir melalui dimensi hati,
Konvergensi jiwa, dalam dunia eksata yang kaya makna.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H