Sang istri yang usianya terpaut lebih tua darinya beberapa tahun tak menghalangi Muhammad muda memosisikan diri sebagai kepala rumah tangga bahkan sang istri yang seorang saudagar kaya itu tak merasa tinggi hati karena niat sedari awal pernikahan adalah menginginkan kedamaian hidup.
Selain seorang kepala rumah tangga dalam kehidupan rumah tangganya nabi Muhammad Saw. adalah seorang tokoh muda baru yang mulai disegani di kalangan masyarakatnya itu terbukti saat peristiwa renovasi Kakbah yang hancur terkena banjir.
Para tokoh Quraisy berebut untuk memindahkan hajar aswad ke tempat yang lebih aman. Semua klan merasa berhak untuk mengangkatnya, perselisihan tersebut hampir menyebabkan pertumpahan darah.
Akhirnya disepakatilah siapa yang paling dulu masuk Baitullah. Saat pagi hari tiba ternyata Al-Aminlah yang paling dahulu masuk ke Baitullah dan mereka semua pun rela nabi Muhammad Saw. Untuk memindahkan batu itu.
Mendapat kepercayaan tersebut tidak menjadikan sang nabi tinggi hati, dihamparkannya secarik kain lantas dia simpan hajar aswad di tengahnya lalu menyuruh setiap kepala klan untuk bersama-sama mengangkatnya dengan demikian perselisihan itu pun berakhir penuh rasa lega. Saat itu usia nabi sekira 35 tahun.
Tidak ada satu klan pun yang di tinggikan juga direndahkan. Dari kejadian itu makin hormatlah para pemuka dan masyarakat Quraisy kepada nabi Saw.
Keteladan Muhammad Saw. nampak saat beraktivitas di keseharian, banyak cerita populer tentang bagaimana sang nabi membantu istri dalam mengurus rumah, menjahit baju sendiri dan lain-lain.
Rasulullah memang sosok suami idaman tak pernah menyakiti hati istri-istrinya, selalu memanggil istri-istrinya dengan sebutan sayang.
Dari bunda Khadijah nabi dikaruniai putra-putri sebanyak 6 orang yakni Abdullah, Alqasim, Ruqayah, Ummu Kultsum, Zaenab dan Fatimah.
Sebagai seorang ayah, nabi sangat menyayangi putra-putrinya, tidak pernah membeda-bedakan.
Suatu ketika Fatimah mengeluh kepada nabi tentang aktivitas hariannya. Maka nabi pun memberi nasihat daripada mengeluh lebih baik aku ajarkan suatu doa jika kalian berdua membacanya maka semua keluh kesahmu akan tergantikan. demikian jawab nabi. Apa nasihatnya?