Mohon tunggu...
Doctore
Doctore Mohon Tunggu... Auditor - Nama asli bukan gelar Wkwkw

Ala kadarnya saja

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Sayang Dibuang Part II

12 Februari 2021   17:20 Diperbarui: 12 Februari 2021   17:40 108
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Mempelajari banyak jurnal-jurnal dan buku besar membuat Roy sangat pusing dan mencari angin segar di luar kelas. ' Mau kemana kamu Roy?' Tanya dosen. ' Cari Angin' ucapnya sembari meninggalkan kelas yg suasananya penuh dengan murid-murid yg otak kirinya selalu aktif.

Pergi ke kantin, memesan Indomie rasa Soto ayam dengan telur setengah matang adalah menu favoritnya sejak sekolah dulu. Menunggu mie yg belum matang rokok selalu di nyalakan terlebih dahulu sebelum dia menyantap hidangan yg aromanya dapat membuat orang lain tergiur.

Handphone berdering SMS, datangnya dari Ariel yg menanyakan ' Lo Cabut ?' dan tidak dibalas karena pasti akan menyusul bila dia berkata "Ya".

' Gw cari baju ah. Mumpung ada duit' gumam Roy.

Langsung bergegas ke Mobil untuk mencari baju yg ada di Mall Kelapa dua Depok yg letaknya tidak terlalu jauh dari kampus mereka.

Di sekitar Mall banyak obralan baju-baju yg mencapai lima puluh persen. Mungkin juga karena barang-barangnya belum mendapatkan keuntungan. Mungkin juga karena karyawan yg setiap melewati kiosnya akan menawari setiap orang yg lewat belum di bayar biaya makannya.

  Roy sudah memiliki langganan di sini. Tepatnya di lantai dasar. Letaknya berada di pojok dekat WC Umum yg di jaga oleh wanita tua berusia hampir lima puluhan dan selalu ramai oleh pengunjung mall yg ingin membuang hajatnya. Dan tempat kiosnya cukup unik karena di beri lampu seperti disko yg tidak akan ditemui di kios manapun di Mall Kelapa Dua Depok ini.

Baru sampai di depan pintu dia sudah melihat pemandangan yg cukup wah. Seorang gadis sebayanya sedang asik berciuman dengan lelaki yg sudah berusia lebih tua lima tahun darinya. Mungkin karena begitu nikmat cumbuan dri sang lelaki membuat dia tak sadar ada langganannya sedang mencari baju baru. Wanita bernama Amelia yg menurut Roy cukup berbahaya bagi kalangan laki-laki.

Roy yg sudah biasa melihat hal seperti itu di kios ini tak memperhatikannya. Dia hanya mencari-cari baju yg sesuai dengan apa yg dia cari di sini. Melihat ada yg datang sang wanita yg bertubuh proposional, tinggi dan berambut panjang kekritingan ini melepaskan pelukannya dari sang cowok. ' Udah dulu ya sayang. Tuh liat ada tamu.' Ucapnya dengan tatapan manja. ' Kok udahan sih. Aku masih mau juga.' Balas pria yg nafsu birahinya sudah di ubun-ubun. ' Udah Keluar, besok aja lagi.' Kata sang cewek. ' Tapi sayang...' begitu dia mencoba memegang payudara sang wanita, tangannya sudah keburu patah. Bukan karena Roy yg mematahkannya karena cemburu atau apa. Melainkan sang wanita yg beberapa menit yg lalu masih bercumbu dengan lelaki itu. ' ARRRGGGHHHHHH TANGAN GW AHKKKKH' Jerit lelaki malang tersebut. Tanpa banyak omong sang cewek langsung membawa keluat lelaki tersebut ibarat sampah yang sangat bau. Dia lempar keluar dan dia tak menoleh lagi keluar.

' Roy tumben lo ke sini.' Mengelus pipi Roy dengan manja.

' Emang cewek gila lu ya Mel. Lo pikir itu cowok pemuas nafsu lo doang apa. Malah pake tangannya di patahin segala lagi. Lo kalau di laporin Polisi gimana hah? Lagian yg untung dia tau. Jangan pegang-pegang ah'

' Haha. Trus kenapa masalah buat lo? Gw lagi butuh pelukan dari seorang cowok.' Katanya sambil menyalakan rokok.

' Trus nyari apa lo kesini?' mana homoan lo yg satu lagi.' Tanya dia.

' Gw cabut kuliah. Males ngitung-ngitung duit melulu. Gw pengen nyari baju. Ada yg baru gk.. ?'

' Barang baru belum pada dateng. Ada Cuma jaket sweater nih. Buatan asli Bandung, barangnya gk panas. Harga juga terjangkau.' Member contoh baju.

' Sablonannya apaan nih? Iwan Fals gw masih suka. Ini Band darimana. Gw gk ngambil yg ini ah.' Sambil menyodorkan bajunya.

' Payah lo, gk ngerti barang.' Eh Roy, malming ajak gw jalan dong. Gw BT di rumah gk ada yg ngajak jalan'

' Mw lo kemana hah? Gw aja tiap hari Cuma jalan ke Taman Menteng jalan bareng si Kuya Ariel. Bilang nyari cewek, tapi gk dapet-dapet.'

' Jadi cowok goblok banget sih.'

' Bukan Goblok tapi baik. Ya udah lo mau jalan bener? Nanti gw SMS lo.'

' Oke tapi jangan lupa ya. Gw boring banget pengen cari cwok yg bisa di ajak serius' Tersenyum

' Ama Ariel aja. Dia setia tuh.' Roy memberi saran

' Najis. Cowok kayak dia jadi pasangan gw, ogah banget gw. Kayak gk ada cowok lain aja di dunia ini. Eh daripada ke taman, mending ke Diskotik yuk. Gw punya kenalan tuh. Jadi bisa nge-klub sampai pagi.'

Roy diam.. ' Hmm ntar gw Tanya Kuya dulu deh.' Sambil memberikan Uang untuk membayar Jaket Sweater bewarna hitam dengan sablonan tokoh Jerman yg terkenal sekaligus penjahat perang dunia ke dua dan pemimpin Partai NAZI Adolf Hitler.

Tanpa banyak bincang lagi dia langsung meninggalkan kios tersebut dan mencari tujuan lagi untuk dia jalan-jalan mengisi waktu di mana seharusnya sekarang berada dalam kampus mempelajari siklus Akuntansi. Atau seharusnya sedang mencatat keuangan dan memindahkannya ke dalam buku besar.

Mobil Jazz hitam yg AC nya masih berfungsi dan sejuk tidak pernah di nyalakan karena kaca mobil selalu di buka layaknya mobil jadul. Dan itu hanya untuk dia membakar rokok yg bisa meningkatkan konsentrasi dirinya dalam mengendarai mobil Ariel yg dia curi dengan kunci cadangan tanpa sepengetahuan Ariel.

Begitu dia mau kembali ke kampus, sebuah Insiden kecil terjadi. Perempuan dengan style kuliahan, tidak terlalu tinggi namun sangat manis dengan rambut panjangnya yg terikat menyebrang dengan tergesa-gesa yg dan Roy yg sedang meleng kaget dan menginjak rem dengan sangat dalam. Beruntung perempuan tersebut tidak tertabrak karena itu bisa berbuntut panjang bila sampai terjadi.

Roy yg kesal meneriakinya ' WOI ! PUNYA MATA GK LO?'

Perempuan yg sedang tergesa-gesa itu menoleh ke arah Roy dan Roy tidak bisa melepaskan pandangannya kepada wanita itu. Baru pertama kali dia merasa tertarik terhadap kaum hawa selain Andara yg membuat dia menjadi gila dalam tiga tahun belakangan. Tapi sang perempuan yg sudah terlanjur kesal dengan kata-kata Roy membalas dengan ucapan ' DASAR GILA LO' dan kembali meneruskan lari kecilnya dan menghilang masuk ke dalam gang.

Roy yg mendengar itu tertawa kecil karena baru pertama kali ada perempuan yg membalas kata-katanya dengan tajam. Biasanya cewek akan terpesona dengan paras Roy yg membuat dia banyak memiliki pemuja Rahasia. Namun apa di kata, ternyata masih ada juga cewek kayak begitu.

Memang tertarik dengan cewek itu tapi dia sudah pergi dan dia hanya bisa memikirkan cewek itu dalam benaknya ' Siapa Dia?' sambil mengendarai menuju kampusnya untuk menemui sahabatnya yg mungkin masih belajar dengan giat demi cita-citanya tersebut, atau mungkin juga karena ingin di bilang pintar oleh primadona kampus yg ada di kelasnya sehingga bisa dia dekati dan di pacari lalu di tiduri dengan otak ala Playboyna.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun