Bell's palsy? Kalau masih asing dengan istilah kesehatan yang satu ini, ayo kita ulik bareng. Seperti apa sih, Bell's palsy itu? Apakah penyakit ini berbahaya dan bisa sembuh?Pasti sampai sekarang ada yang suka banget tidur atau rebahan ngadep kipas angin? Jangan berlebihan ya, soalnya kebiasaan itu ternyata bisa menyebabkan Bell's palsy. Kok bisa gitu? Emangnya, apa itu Bell's palsy?
Ada yang pernah dengar soalBell's palsy itu sebuah kondisi wajah yang mana otot-otot di salah satu sisi mengalami kelumpuhan atau kelemahan sementara. Hal ini terjadi waktu saraf wajah mengalami peradangan, sehingga menyebabkan gangguan pada fungsi saraf.
Hampir sama seperti stroke, Bell's palsy ini membuat salah satu sisi wajah lebih mengendur atau terkulai. Kalau penasaran dengan gambarnya, mungkin kamu bisa mencari dan melihatnya di internet.
Kita perlu waspada dan hati-hati, karena penyakit yang satu ini bisa dialami oleh siapa saja. Jadi bukan cuma orang lanjut usia saja, tapi anak-anak dan remaja juga bisa mengalami Bell's palsy.
Terus, apakah Bell's palsy ini berbahaya? Sebetulnya, penyakit Bell's palsy ini nggak berbahaya kalau ditangani dengan cepat dan tepat. Apalagi saat pasien sudah mengenali tanda-tandanya dan langsung ambil tindakan dengan datang ke dokter atau rumah sakit.
Kalau Bell's palsy ditangani dengan tepat, kondisinya tidak akan menyebabkan komplikasi jangka panjang. Jadi penyakit yang satu ini bisa cepat dalam beberapa waktu saja.
Hanya saja, dibutuhkan penanganan yang serius agar pasien cepat sembuh. Oleh sebab itu, diperlukan penanganan dari dokter dan ahli tenaga medis dibidangnya.
Nah, sampai sini sudah paham ya soal penyakit Bell's palsy ini? Semoga penjelasannya mudah dipahami dan bermanfaat.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H