Sebelum mempelajari yang berikut, perlu untuk memahami aturan keempat penyiasat tentang kelemahan karena amarah dan amukan. Ini membawa kepada Aturan Kelima Penyiasat yang berbunyi demikian:
Perhatikanlah apa yang orang-orang lakukan, bukan apa yang mereka katakan, karena perbuatan akan mengungkapkan kebohongan.
Hari ini, berapa banyak orang yang hanya berkata-kata, tapi dalam hidup melakukan hal-hal sebaliknya? Jika kita hanya mengikuti kata-kata orang, maka kita beresiko dikhianati oleh perbuatan orang itu. Pertimbangkanlah, renungkanlah! Untuk itu kita perlu membuka catatan-catatan sejarah. Berita-berita lama. Berita-berita baru.
Minggu, 23 Maret 2014 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. "Bahayanya sekarang demokrasi hampir menjadi kleptokrasi. Tahu apa arti kleptokrasi. Klepto dari Yunani artinya maling. Krasi berkuasa. Jadi maling-maling ingin berkuasa di republik ini," kata Prabowo.
Kamis, 22 Mei 2014 di kediaman pengusaha Hary Tanoesoebidjo, Jalan Ciranjang, Kebayoran Baru. “Saya juga terkejut mendengar berita itu. Saya garis bawahi ini, secara pribadi tidak percaya bahwa SDA bersalah," kata Prabowo.
Pernyataan ini membuat orang terhenyak. Mengecam. Dalam kurun waktu beberapa bulan, orang harus berpikir keras tentang apa sebenarnya yang dimaksud oleh Prabowo.
Sehari setelah orasinya di GBK, dikatakan "Saya pernah di pemerintahan, demi Allah saya tidak pernah korupsi," kata Prabowo saat bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh Papua Barat di kediamannya, Bogor, Jawa Barat, Senin (24/3/2014). Masalahnya, dalam daftar riwayat hidup Prabowo Subianto tidak pernah ada karir dalam Pemerintahan. Ia seorang militer, dan itu bukan Pemerintahan.
Perbuatan yang bertentangan juga diperlihatkan oleh seorang Aburizal Bakrie. Beginilah sejarahnya.
Selasa, 13 Mei 2014, Aburizal Bakrie berjumpa dengan Jokowi di Pasar Gembrong, Johar Baru, Jakarta Pusat. ARB berkata, "Kami mendukung pencapresan Jokowi, dan nanti saya akan berbicara dengan Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri lebih lanjut."
"Yang penting berkali-kali saya tegaskan kalau presiden dan wakil presiden hanya instrumen untuk mencapai kesejahteraan rakyat dan Indonesia yang mandiri," kata dia lagi. Tetapi beredar berita lain, "Yang jelas, ketika ARB minta 11 menteri lalu turun ke 8 menteri, Mbak Mega dan JKW menolak. No transaksional. Maka ARB ke PS minta 10 menteri," kata pendiri Sugeng Sarjadi Syndicate, Sukardi Rinakit. Sementara itu Prabowo Subianto terang-terangan mengakui bahwa dirinya menawarkan posisi menteri utama senior kepada ARB. Berbicara kepada wartawan saat berkunjung ke rumah Ketum Partai Golkar itu pada tanggal 19 Mei 2014, Prabowo mengatakan posisi menteri utama akan memiliki wewenang bertindak secara operasional untuk mengelola rencana besar mempercepat pembangunan.
Alhasil, Selasa, 20 Mei 2014, Ketua Umum Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie mengatakan partainya sudah bulat mengusung pasangan Prabowo-Hatta. Dengan dukungan ini semua kader partai berlambang pohon beringin harus memenangkan pasangan Prabowo-Hatta.