Selain itu, Menpar juga mengatakan bahwa produk kebudayaan Gorontalo melalui Tenun Karawo khas Gorontalo dan tarian tradisional Gorontalo yang lincah merupakan komoditi spesial yang bisa dijadikan potensi pariwisata.
“Kain tenun Karawo itu kan khas, kita bisa undang desainer besar Indonesia datang ke Gorontalo untuk mengolah kain tenun tersebut menjadi sebuah produk fesyen yang lebih kekinian. Selain itu, bisa juga mengundang koreografer ternama untuk mengembangkan tari tradisional Gorontalo agar nantinya bisa berkolaborasi dengan kesenian lainnya, namun tetap memiliki identitas khas Gorontalo,” pungkasnya.
Menutup acara “Gorontalo Calendar of Event Launching 2016”, Menpar kembali menegaskan bahwa pemerintah dalam hal ini Kemenpar serius untuk mendukung program tersebut. Ia mengatakan bahwa acara festival yang sudah direncanakan Pemerintah Provinsi Gorontalo bisa dikemas bersama dengan acara yang sudah dimiliki oleh Kemenpar.
“Festival Boalemo dan Festival Limboto ini bisa dikerjakan bersamaan. Karena sama-sama diadakan di bulan yang sama, November (2016, red),” tutup Menpar Arief Yahya.
--
Nah, kalau Gorontalo sudah siap menjadi surga pariwisata Indonesia, bagaimana dengan daerah yang lainnya ya? Kira-kira tanggapan Kompasianers yang lain bagaimana? Ditunggu ya di kolom komentar?! (DH)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI