Mohon tunggu...
Dr.Ari F Syam
Dr.Ari F Syam Mohon Tunggu... Dosen - Akademisi, Praktisi Klinis,

-Staf Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM (@DokterAri) -Ketua Umum PB Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI)

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Apakah Berat Badan Anda Sudah Turun di Sisa Sepuluh Hari Terakhir Ramadan Ini?

26 Juni 2016   12:38 Diperbarui: 26 Juni 2016   19:52 409
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: www.123rf.com

Sudah dua pertiga perjalanan puasa kita lalui. Bagaimana rasanya badan anda, bertambah ringan atau malah tambah berat dan tidak karuan?

Mau tahu bagaimana cara mengetahuinya. Sederhana saja datang ke alat timbangan dan ukur berat badan Anda. Jika berat badan Anda turun, berarti telah melakukan puasa sesuai anjuran. Jika berat badan anda tetap atau bahkan naik berarti kita telah salah memaknai puasa, karena kita tidak melakukan pengendalian diri dalam hal mengonsumsi makan dan minum.

Padahal kita sudah dikasih kesempatan untuk mengatur makan kita selama berpuasa Ramadhan ini. Jika kita tetap terus makan berlebih-lebihan di sisa puasa ini kondisi ini akan tambah parah lagi berat badan kita akan naik berlebih-lebihan dan bahkan lebih parah dari pada sebelum puasa Ramadhan. Apalagi saat lebaran sangat berat buat kita untuk tidak makan berlebih-lebihan.

Kalau kita tetap tidak bisa mengendalikan diri, “takwa” yang menjadi harapan kita setelah Ramadhan menjadi jauh dari harapan. Karena mestinya setelah Ramadhan kita akan lebih baik untuk semua hal termasuk juga dalam hal  mengendalikan makan kita.  Masih ada harapan untuk memperbaiki diri, masih ada sepertiga perjalanan puasa Ramadhan. Evaluasi apakah ada yang salah dalam menu makanan kita baik pada sahur dan berbuka.

Puasa adalah menahan makan dan minum. Puasa juga membawa makna adanya pengendalian diri. Dampak dari menahan makan dan mengendalikan makan adalah penurunan berat badan. Ingat bagaimana Islam menganjurkan kita untuk tidak makan berlebihan-lebihan.

Pada saat puasa seharusnya kita bisa mengendalikan nafsu makan kita. Sehingga secara mudah kalau kita benar-benar melaksanakan puasa, berat badan kita akan turun. Asupan makan yang kurang selama berpuasa akan menyebabkan asupan kalori berkurang dan hal ini akan berdampak pada penurunan berat badan.

Sehingga bagi orang2 yang berpuasa dan berat badannya tidak turun bahkan berat badannya naik, boleh disebutkan bahwa sebenarnya tidak melaksanakan puasa dengan sebaik-baiknya. Karena mereka yang BB tetap atau naik berarti tidak bisa mengendalikan diri khususnya dalam hal makan. Dampak kita mengurangi makan, radikal bebas yang bersifat ‘racun’ akan menurun dan sebaliknya anti oksidan (anti racun) dalam tubuh kita akan meningkat.

Masih ada waktu untuk memperbaiki dan menahan diri untuk tidak berlebih-lebihan dalam menkonsumsi makan dan minum.

Perhatikan untuk tidak banyak menkonsumsi makanan takjil yang bermacam-macam, cukup 3 buah kurma dan semangkuk kecil kolak dan air putih hangat. Nabi menganjurkan disepuluh terakhir Ramadhan kita sebaiknya melakukan itikaf dan menghindari buka bersama dengan teman2. Memang silaturahim dianjurkan  pada saat Ramadhan khususnya 10 hari pertama. Makan besar saat buka puasa usahakan hanya satu lauk saja. Hindari makanan dan minuman yang banyak mengandung gula pasir yang membuat asupan kalori menjadi tinggi. Banyak konsumsi buah dan sayur-sayuran.

Masih ada waktu dan mudah-mudahan kita dapat meraih hikmah sehat berpuasa.

---

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun