Mohon tunggu...
Dr.Ari F Syam
Dr.Ari F Syam Mohon Tunggu... Dosen - Akademisi, Praktisi Klinis,

-Staf Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM (@DokterAri) -Ketua Umum PB Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI)

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Antisipasi Arus Balik: Dehidrasi Bisa Terjadi di Perjalanan

9 Juli 2016   09:18 Diperbarui: 9 Juli 2016   14:54 183
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Beberapa menteri membantah korban belasan tewas di tengah kemacetan mudik lebaran bukan karena faktor kelelahan. Seseorang yang akan melakukan perjalanan mudik kemungkinan besar dalam keadaan "sehat" secara fisik masih bisa berjalan dan naik ke atas kendaraan. Tetapi memang bisa saja mereka yang mengalami musibah "Brebes Exit" tersebut sudah ada penyakit kronis sebelumnya.

Beberapa pasien saya dengan penyakit kronis misal DM, hipertensi atau bahkan penyakit kanker atau bahkan orang tua usia lanjut melapor dan izin dulu kepada saya untuk melakukan mudik dengan perjalanan darat melalui jalur darat. Dengan perhitungan bahwa kemacetan mencapai 12 jam tentu saya akan izinkan tapi apa yang terjadi dalam mudik tahun ini kemacetan luar biasa mencapai lebih dari 24 jam bahkan 36 jam. Sebagai dokter penyakit dalam kalau saja memang pasien saya tersebut akan melakukan perjalanan panjang puluhan jam pasti saya tidak izinkan untuk berangkat. 

Belum lagi dalam perjalanan tersebut minim makanan dan minuman begitu pula untuk buang air kecil menjadi tidak mudah karena berada di tengah kemacetan. Dehidrasi merupakan kondisi yang umum terjadi saat seseorang dalam perjalanan apalagi di tengah kemacetan. Ketersediaan air yang terbatas atau karena sulitnya buang air kecil membuat seseorang dalam perjalanan khususnya perjalanan darat menghindari untuk minum dan tentu ini akan memperberat kondisi dehidrasi yang terjadi belum lagi jika mereka berada di dalam kendaraan ber AC dan dengan sirkulasi udara yang tidak baik.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Terlalu dingin atau terlalu panas akan membuat kulit kering sehingga tidak bisa mempertahankan air dari dalam tubuh sehingga kita akan mudah jatuh di dalam dehidrasi. Jadi bisa ditebak jika kita berada puluhan jam di ruang AC maka kita akan mudah jatuh kedalam kondisi dehidrasi.

Buat anak muda yang memang sehat dan kondisi fisik prima serta tidak mempunyai penyakit kronik mungkin akan kuat menghadapi kondisi ini. Tapi untuk orang tua dengan penyakit kronis misal sakit jantung atau sakit paru2 atau penyakit DM tentu kondisi kondisi dehidrasi ini sangat berbahaya. Dehidrasi memang ada tahapnya, mulai ringan, sedang, dan berat.

Yang menjadi masalah karena di ruang ber AC tubuh tidak berkeringat dan rasa haus juga tidak muncul. Orang- orang tua juga mempunyai kepekaan terhadap rasa haus yang rendah. Jika dehidrasi berlanjut jantung akan berdetak lebih cepat dan jika terus berlanjut seseorang yang mengalami dehidrasi tersebut mengalami sakit kepala,emosinya meningkat dan  bisa saja menyebabkan terjadinya penurunan kesadaran.

Karena tidak ada asupan yang kuat selama kemacetan selain asupan minum yang rendah serta asupan elektrolit yang rendah tentu kondisi dehidrasi akan diperburuk dengan asupan elektrolit yang rendah. Jelas2  ini akan memperburuk kondisi kesehatan pemudik yang memang sudah ada masalah kesehatan sebelumnya.

Di dalam kemacetan selain faktor dehidrasi dan asupan elektrolit serta asupan kalori yang rendah stress ditengah perjalanan juga menjadi faktor yang memperburuk keadaan. Stress akan meningkatkan kecemasan dan kembali lagi akan membuat jantung berdetak lebih cepat, nafas menjadi sesak dan asam  lambung meningkat.Buat penderita darah tinggi stress akan menyebab tekanan darahnya menungkat, Kadar gula darah juga meningkat saat seseorang mengalami stress.

Buat saya sebagai dokter kejadian "macet horor Brebes" ini menjadi catatan tersendiri buat saya kedepannya untuk berpikir dua kali untuk mengizinkan pasien usia lanjut saya yang akan mudik lebaran ke Jawa melalui jalan darat. Kelelahan pasti akan terjadi apalagi mereka pasti tidak dapat beristirahat dengan optimal karena kemacetan terjadi ditengah jalan tol yang tidak memungkinkan setiap saat berhenti seenaknya di bahu jalan.

Memang pemudik harus juga mengantisipasi kondisi kemacetan ini, sebelumnya saya sudah selalu mengingatkan siapkan kondisi fisik tetap prima sebelum berangkat, siapkan makanan Kecil dan minuman yang cukup selama perjalanan. Tetap pertahankan minum 2 liter dalam 24 jam. Jika di dalam perjalanan kita banyak keringat, jumlah air minum harus ditingkatkan. Siapkan buah-buahan seperti jeruk, apel atau buah pir. Buah bisa jadi sumber kalori, air, serat vitamin dan mineral. Tetap  minum setiap 2 jam walau kita tidak haus. Arus balik pasti tidak separah arus mudik tapi tetap harus diantisipasi.

Mudik merupakan budaya panjang bangsa kita mudik menjadi ajang silahturahmi keluarga besar apalagi dengan kesibukan bekerja di kota metropolitan melalui lebaran keluarga besar bisa saling berjumpa. Kadang kita hanya bertemu dengan keluarga kita yang hanya bisa di hari lebaran. 

Upaya memang terus diupayakan pemerintah  untuk memperbaiki infrastruktur, jalan-jalan tol dibuat agar kita bisa menjangkau kota2 dengan cepat. Selalu ada hikmah dalam setiap kejadian bukan saatnya untuk berbantah2an apalagi di era media sosial saat ini dimana masyarakat sudah menjadi bagian dari citizen journalist.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun