Masa kampanye terbuka akan mulai di resmikan oleh KPU beberapa hari lagi demi menyambut pesta demokrasi rakyat lima tahunan ini yakni Pemilu 2014. Oleh karenanya, di saat kampanye terbuka sudah diresmikan, mari kita muliakan pemilu dengan kampanye mencerdaskan dan menjauhi praktik kampanye hitam. Di tahun politik 2013-2014 ini, bahkan Presiden SBY mengajak semua pihak untuk menyukseskan Pemilu dan Pilpres. SBY meminta semua calon presiden jangan malu-malu untuk menampakkan dirinya dan memaparkan visi dan misinya supaya bisa diketahui dan diseleksi oleh masyarakat, terutama track record-nya.
Namun belum seluruhnya memahami ajakan SBY itu sehingga masih ada parpol yang belum juga berani menampilkan calon presidennya, seperti PDIP dan Demokrat. Kalau dari kalangan tokoh non-parpol jumlahnya sudah puluhan orang dan acap kali diberitakan media massa namun kecil kansnya untuk maju.
Di sejumlah media massa muncul kritik terhadap calon anggota legislatif maupun calon presiden dari berbagai pihak. Kritik yang sehat adalah yang membangun, sesuai fakta dan data serta memberi solusi. Sedangkan kritik yang tidak sehat dilontarkan dengan serampangan, tanpa data yang kuat tapi hanya semata-mata prasangka, fitnah, iri, dan benci terhadap karier sosok seseorang yang ingin maju dalam Pemilu maupun Pilpres.
Oleh karena itu, media massa diharapkan tidak terlibat dalam black campaign karena kampanye hitam bertujuan untuk menjatuhkan seseorang sehingga kebaikannya tertutupi oleh keburukannya yang dicari-cari. Tak pelak lagi, media massa wajib menjalankan fungsinya, di antaranya melakukan tahapan reporting yang benar, melaksanakan konfirmasi kepada pihak-pihak yang terkait agar tidak ada pihak yang merasa terzalimi di tahun politik saat ini.
Sebaiknya media massa, wartawan mampu menampilkan berita yang mencerdaskan,kritis, termasuk menggali track record dari masing-masing calon legislatif maupun calon eksekutif dan para Capres. Tampilkan perjalanan karier atau rekam jejak masing-masing calon secara lengkap, tampilkan kehidupan keluarganya, pendidikannya,keberhasilan dan kegagalan secara proporsional sehingga masyarakat dapat menilai seseorang (calon) itu patut atau tidak patut untuk dipilih.
Tentu kita berharap kampanye jelang pesta demokrasi Pemilu dan Pilpres 2014 dapat mendidik masyarakat supaya cerdas, memerangi politik uang dan pragmatisme. Berani memuat track record positif, sebaliknya kampanye hitam negatif, dan harus dilawan beramai-ramai.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H