Pak Bohim, 16 tahun Merantau
Pak Bohim namanya, begitulah perkenalan pertama saya dengan beliau dan di temani sebatang rokok, di depan warungnya. Di taksir dari raut wajah dan perawakannya kira-kira berumur 55 tahun dan mempunyai anak sebanyak 9 orang. Jumlah yang sedikit menurutnya.
Perjumpaan kami di salah satu daerah transmigrasi di Kalimantan Tengah, secara tak sengaja karena saya ikut bos jalan-jalan sore. Dengan lancar beliau mengisahkan perjalanan hidupnya.
Dari Pulau Jawa, Ponorogo tepatnya merantau ke Kalimantan Barat dan ikut transmigrasi ke Kalimantan Tengah. Hidup di daerah transmigrasi sudah lebih dari 16 tahun. Bisa di bayangkan kondisiKalimantan pada saat itu. Lagi menurut cerita pak Bohim semua pekerjaan telah di lakoninya. Diajak bicara mengenai mesin mobil, pak Bohim cukup luas pengetahuannya. Pengakuannya, dulu sering ikut kerja di bengkel-bengkel.
Dari sembilan anaknya, lagi menurut ceritanya. 1 orang anaknya bertugas di daerah Banjamasin, berprofesi sebagai tentara, 1 orang berprofesi di Kepolisian (Brimob), 1 orang anak perempuannya ikut suaminya di daerah trans juga dan yang lainnya masih ikut membantu beliau bekerja sedangkan anak yang terakhir masih sekolah. Dengan jumlah anak yang”sedikit” tentunya menjadi beban tersendiri bagi pak Bohim. Ketika di tanya, apa rahasianya sehingga bisa seperti sekarang.
Rahasianya, cukup makan dan kalau bisa tidak ngutang. Prinsip hidup yang cukup sederhana. Tetapi dibalik kesederhanaannya ternyata pak Bohim dapat dibilang cukup sukses di daerah trans. Punya kebun jati dan rumah di Jawa dan menurut ceritanya, kondisi ekonomi dan kehidupannya tidak kalah dengan pak Lurah.
Sekarang pak Bohim sudah punya kebun kelapa sawit seluas 6 hektar dan sudah panen. 10 hektar lagi masih dalam proses penanaman.Ternyata dari situlah pak Bohim menghidupi keluarganya disamping usaha warungnya yang telah lebih dahulu di rintisnya.
Meminjam istilah salah satu artikel Kompasiana, Pohon dari Surga. Begitulah roda kehidupan pak Bohim berubah.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI