Mohon tunggu...
djarwopapua
djarwopapua Mohon Tunggu... wiraswasta -

Liverpool Selamanya...YNWA !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sakitnya Pak Habibie, Dimanfaatkan Sebagai Ajang Penipuan

29 Oktober 2014   00:43 Diperbarui: 17 Juni 2015   19:23 110
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Presiden Ke-3 RI, BJ Habibie di rawat di rumah sakit RSPAD sejak 4 hari yang lalu. Dan hanya boleh di jenguk oleh keluarga kandung. Berita sakitnya Paman seorang Promotor musik, Adrie Subono ini, kalah ramai oleh pemberitaan "Kabinet Kerja" Jokowi-JK.

Tapi berdasarkan berita yang baru saja saya baca dari media merdeka.com, Kabar sakitnya Pak Habibie ini, di manfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, yang memberikan pengumuman atau informasi palsu lowongan kerja sebagai perawat Pak Habibie. Dan di iming-imingi gaji Rp 35 juta bagi pelamar yang di terima.

Berikut isi Pesan yang beredar di BBM dan jejaring sosial terkait Informasi atau pengumuman palsu :

"Siapa Yang Mau Jadi Perawat : di butuhkan perawat Laki-laki muslim untuk Eks Presiden BJ Habibie @RSPAD Gatot Subroto Sallary Rp 35 juta per bulan dengan kualifikasi : 1. Bahasa Inggris 2. S1 keperawatan + Ners 3.Pria dengan muslim kental (B8sa baca Quran) 4. Badan proporsional 5. Putih,bersih, dan sopan 6. Jiwa keperawatan dengan experience 4 tahun 7.Basic : ICU, mampu keperawatan mandiri, fisiotherapy expert, kuat dan siap pergi kemana-mana dengan BJ Habibie (include passport,dokument, dll) 8. Siap untuk ke luar negeri (jerman) untuk tujan kerja maupun berobat 9. Surat Ijin Orang Tua 10. IPK minimal 3,5 (Diutamakan lulusan PTN terkemuka) minat Ping Adry 28AE877C segera !!"

Menanggapi info penipuan itu, Pihak The Habibie Center mengatakan info tersebut adalah penipuan yang beredar di BBM dan jejaring sosial. Para penipu ini hanya ingin mencari kesempatan di dalam kesempitan.
Mereka juga menghimbau kepada masyarakat, untuk mewaspadai info tersebut, dan selalu hati-hati. Seperti biasanya, penipu-penipu sudah semakin marak menggunakan media BBM dan Facebook untuk menjerat korbannya, meski harus mengatasnamakan nama besar pejabat sekali pun.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun