Kegagalan timnas sepakbola indonesia di beberapa kelompok umur, mulai dari timnas U-16, timnas U-19, timnas U-23 hingga timnas senior. Menimbulkan kritikan tajam dari pengamat sepakbola indonesia dan khalayak pecinta timnas indonesia, yang di alamatkan kepada induk sepakbola indonesia atau PSSI. Meskipun sempat mengobati rasa haus akan gelar juara yang di berikan oleh timnas U19 saat menjuarai piala Aff 2103 lalu, dan memenuhi target lolos ke piala asia U19. Toh, tetap yang bakal merubah prestasi sepakbola indonesia di mata dunia dan peringat FIFA adalah timnas senior.
Timnas senior sendiri pun justru mengalami penurunan prestasi atau di ambang hilangnya julukan salah satu tim kuat di asia tenggara, jika tidak cepat berbenah dalam proses pembinaan dan kompetisi, yang semuanya itu adalah tugas utama PSSI bagi persepakbolaan indonesia.
Tapi kegagalan sepakbola indonesia, yang terakhir adalah puncaknya ketika timnas senior di bantai dengan 4 gol tanpa balas dari filipina, telah membuat masyarakat pecinta timnas indonesia semakin gerah dan teramat membenci PSSI yang saat ini di ketuai oleh Djohar Arifin dan La Nyala Mattaliti. Yang dianggap termasuk orang-orang yang paling pantas bertanggung jawab atas keterpurukan sepakbola indonesa.
Sebab itu pula, kinerja pengurus PSSI periode 2011-2015 itu dinilai gagal mewujudkan timnas sepakbola indonesia yang berbobot, kompetisi sepakbola yang profesional, dan mimpi menembuskan indonesia untuk berada di peringkat FIFA 120 dunia. Masa bakti pengurus-pengurus PSSI tinggal menyisakan berapa bulan lagi, yang akan berakhir tahun 2015 (belum ada data pasti hingga bulan apa akan berakhir). Sontak, kini bermunculan beberapa nama yang mulai digadang-gadang sangat pantas sebagai pemimpin baru PSSI.
Mereka adalah tokoh-tokoh yang pernah dekat dengan sepakbola indonesia, dan dianggap memiliki integritas tinggi terhadap kemajuan sepakbola indonesia di masa akan datang. Berikut beberapa nama yang dinilai pantas memimpin sepakbola indonesia :
1. OESMAN SAPTA ODDANG
Tokoh yang disebutkan pertama, adalah tokoh yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI. Sempat memimpin Pengda PSSI kalimantan barat di tahun 1992 dan ketua Pengda Karate do indonesia (KKI) kalimantan barat periode 1975-1980. Sebelum terjun ke dunia politik, beliau telah malang melintang dalam dunia olahraga dan banyak mendapatkan prestasi ketika menjadi olahragawan. Beliau juga adalah salah satu pengusaha sukses dan merupakan pemilik perusahaan OSO Group yang bergerak di beberapa bidang, beliau juga pernah menjabat sebagai komisioner PT. Lion Air. Namun sayang, profesi beliau yang saat ini berkiprah di dunia politik bakal menjadi penghambat jika beliau masuk dalam kandidat ketum PSSI 2015-2019.
2. ACHSANUL QOSASI
Tokoh yang kedua ini, adalah salah satu anggota BPK yang pernah menjabat sebagai manager Persepam Madura United dan pengurus PSSI sebagai direktur keuangan dan ketua komisi anggaran PSSI. Semasa di persepam madhra united, Beliau membuat sebuah kebijakan yang memprioritaskan pemain-pemain asli putra daerah untuk mengisi skuad. Meskipun belum memberikan prestasi bagi persepam, tapi kebijakan beliau tersebut patut untuk di contohi guna menyelamatkan bakat-bakat pesepakbola tanah air dan mengurangi pembengkakan dana yang sering ditemui pada klub-klub ISL lainnya yang masih bergantung pada dana APBD untuk mengontrak pemain-pemain asing. Selain itu, beliau yang juga termasuk seorang pakar ekonomi, bakal memajukan sepakbola indonesia guna menggaet sponsorship dan menjadikan kompetisi ISL semakin profesional.
3. HAYONO ISMAN
Tokoh yang ketiga ini, sudah sangat tidak asing dalam dunia olahraga indonesia. Pernah menjabat sebagai Menpora di jaman orde baru periode 1993-1998. Beliau turut berpengaruh atas prestasi olahraga indonesia sewaktu masa baktinya, dengan prestasi kontingen indonesia menjuarai sea games 1993 dan 1997. Dan di masa baktinya pula sepakbola indonesia pertama kali mengikuti piala asia ditahun 1996, juga mendukung program PSSI PRIMAVERA dan PSSI BARETTI yang merupakan cikal bakal lahirnya legenda-legenda sepakbola indonesia seperti Bima sakti, kurniawan Dwi julianto, Indriyanto nugroho dan Kurnia Sandy.
Selain tiga tokoh tersebut, ada nama Nugraha Besoes dan Isran Noor yang juga masuk dalam daftar mereka-mereka yang dinilai pantas memimpin PSSI periode 2015-2019. Namun, Kang Nug (sapaan akrab Nugraha Besoes) bakal mendapatkan penolakan karena telah lama menjabat sebagai sekjen PSSI selama 28 tahun, sedangkan Isran Noor yang merupakan bupati kutai timur, dinilai kurang mengerti tentang sepakbola.
So, kita tunggu saja siapa yang bakal menjadi kandidat kuat pengganti Djohar Arifin Husin dan La Nyalla Mattaliti di periode 2015-2019 nanti.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI