Mohon tunggu...
Dizzman
Dizzman Mohon Tunggu... Freelancer - Public Policy and Infrastructure Analyst

"Uang tak dibawa mati, jadi bawalah jalan-jalan" -- Dizzman Penulis Buku - Manusia Bandara email: dizzman@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Tips Menjaga Kewarasan di Era New Normal

2 Juni 2020   12:33 Diperbarui: 2 Juni 2020   12:37 566
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
New Normal (Sumber: antaranews.com)

Pertama, memahami angka-angka statistik.

Seperti sudah diberitakan sebelumnya bahwa menurut WHO virus ini tidak mungkin sepenuhnya hilang walau sudah ada beberapa daerah masuk zona hijau sekalipun. 

Artinya penambahan jumlah kasus masih sangat mungkin terjadi entah karena impor atau uji sampelnya diperluas. Saya lebih fokus untuk memonitor angka kematian dan angka kesembuhan saja serta coba membandingkan dengan penyakit lain yang berbahaya.

Bandingkan dengan prediksi para ahli di awal pandemi yang memperkirakan akan menyebabkan ratusan ribu bahkan jutaan kematian di Indonesia, apakah sejalan atau banyak deviasinya. 

Kalau banyak deviasinya yaitu selama angka kematian stabil bahkan cenderung menurun DAN angka kesembuhan meningkat pesat, berarti bisa menjadi indikasi bahwa virus tersebut dapat dikendalikan. Namun bila sebaliknya, berarti kita harus semakin waspada dan lebih baik kurangi aktivitas di luar rumah

Kemudian, bandingkan juga dengan statistik penyakit dan kematian tahun sebelumnya, apakah ada peningkatan tajam atau masih dalam kondisi tak jauh beda. 

Bagaimana dengan TBC, DBD, kanker, jantung, dan sebagainya. BUKAN untuk meremehkan, tapi mencoba untuk berfikir logis seberapa besar tingkat kematiannya serta tingkat kesembuhannya di antara beberapa penyakit tersebut. Jangan hanya fokus ke Covid-19 tapi mengabaikan potensi penyakit lain yang juga berbahaya.

Kedua, melihat lingkungan sekitar

Cobalah perhatikan di lingkungan RT, RW, kelurahan, kecamatan, hingga kota. Adakah pasien positif di sekitar kita, kalau ada berapa banyak jumlahnya. Kalau tidak ada atau hanya satu dua dan mereka diisolasi dengan baik, maka saya anggap kondisi aman terkendali. 

Di lingkungan RT dan RW saya alhamdulillah belum ada yang terkena. Sementara di tingkat kelurahan, yang terdekat dengan RW saya hanya ada satu kasus, itupun perawat yang terpapar di tempat kerjanya, sudah diisolasi, dan sudah sembuh.

Lalu lihatlah faskes terdekat, puskesmas, klinik, rumah sakit, kuburan, yang ada di sekitar kita, bagaimana aktivitasnya. Kalau normal atau cenderung sepi, atau ambulan jarang wira wiri, atau mobil jenazah bolak balik ke kuburan di sekitar kita, bisa diindikasikan situasi masih normal. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun