mari kita belajar bersama ya.......
Secara etimologis, kinerja berasal dari istilah prestasi kerja (performance). Menurut Wahyudi (2021), kinerja umumnya dibedakan menjadi dua kategori, yaitu kinerja individu dan kinerja organisasi. Kinerja individu merujuk pada hasil kerja seorang pegawai yang dilihat dari segi kualitas dan kuantitas, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Sementara itu, kinerja organisasi merupakan gabungan dari kinerja individu dan kinerja kelompok dalam mencapai tujuan bersama. Kinerja sendiri adalah hasil dari motivasi dan kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas. Agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik, seseorang harus memiliki tingkat kesiapan dan keterampilan tertentu. Kinerja merupakan tindakan nyata yang menunjukkan hasil kerja pegawai sesuai dengan peran yang diembannya dalam perusahaan.
Menurut Sutarno et al. (2019), kinerja berasal dari istilah job performance atau actual performance, yang menggambarkan prestasi kerja atau hasil yang sesungguhnya dicapai oleh seseorang.
Eliyanti (2020) menyatakan bahwa kinerja adalah hasil yang dicapai oleh pegawai baik dalam aspek kualitas maupun kuantitas, yang terkait dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban. Penilaian kinerja dilakukan melalui sistem formal yang terstruktur untuk mengukur dan mengevaluasi berbagai hal yang terkait dengan pekerjaan, perilaku, dan tingkat absensi. Penilaian prestasi ini penting dalam dunia usaha yang kompetitif secara global, karena perusahaan membutuhkan kinerja yang tinggi dan pegawai memerlukan umpan balik untuk perbaikan di masa depan. Pekerja umumnya menginginkan umpan balik yang positif atas hal-hal yang telah mereka lakukan dengan baik, meskipun kenyataannya banyak hasil penilaian prestasi yang berisi koreksi atau kritik.
Menurut Mukhlisin et al. (2024), kinerja adalah hasil kerja dan perilaku yang tercapai dalam pemenuhan tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam periode waktu tertentu. Oleh karena itu, kinerja menjadi faktor utama dalam keberhasilan sebuah organisasi atau instansi. Kinerja yang memuaskan tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui proses yang terus-menerus dan memerlukan evaluasi yang berkelanjutan untuk memastikan peningkatan yang konsisten.
Berikut Indikator Kinerja :
Menurut Robbins (2016), indikator kinerja merupakan alat yang digunakan untuk menilai sejauh mana pencapaian kinerja seorang karyawan. Beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja karyawan di antaranya adalah:
a. Kualitas Kerja: Dalam konteks coffee shop, hal ini mencakup berbagai faktor yang memastikan operasional berjalan lancar, pelanggan merasa puas, dan standar bisnis dapat tercapai.
b. Kuantitas: Merujuk pada jumlah atau banyaknya hal-hal yang dapat dihitung atau diukur dalam pencapaian tugas.
c. Ketepatan Waktu: Menunjukkan kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan atau memberikan layanan kepada pelanggan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan atau diharapkan.
d. Efektivitas: Kemampuan untuk mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan dengan cara yang efisien dan tepat sasaran.