Mohon tunggu...
Ditya Yuda
Ditya Yuda Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Futsal

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pengaruhnya Terhadap Pola Pikir dan Hubungan Sosial

28 November 2024   11:20 Diperbarui: 28 November 2024   11:34 37
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

unaan teknologi, terutama internet dan perangkat digital, telah mengubah cara kita mengakses dan memproses informasi. Dulu, untuk mendapatkan informasi, seseorang harus membaca buku atau mencari referensi langsung dari sumber yang dapat dipercaya. Namun, sekarang kita dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi hanya dengan beberapa klik. Proses ini sering kali merangsang pemikiran cepat dan tidak terlalu mendalam, karena informasi yang berlimpah cenderung diserap secara superficial.

Akibatnya, pola pikir menjadi lebih cenderung bersifat instan dan kurang reflektif. Banyak orang terbiasa dengan "mindset multitasking," di mana mereka mencoba menyelesaikan banyak tugas sekaligus tanpa memberi perhatian penuh pada satu hal. Ini dapat mengurangi kemampuan untuk fokus dan berpikir mendalam, serta meningkatkan kecenderungan untuk melupakan atau mengabaikan detail penting.

2. Peningkatan Keterampilan Kognitif

Meski demikian, ada juga sisi positif dari pengaruh teknologi terhadap pola pikir. Penggunaan teknologi yang tepat dapat meningkatkan keterampilan kognitif seperti pemecahan masalah, analisis data, dan berpikir kritis. Aplikasi dan perangkat digital yang dirancang untuk pendidikan atau pengembangan keterampilan mental dapat membantu melatih otak dalam cara-cara baru dan lebih efektif. Misalnya, permainan strategi, aplikasi edukasi, atau platform belajar online dapat merangsang otak untuk berpikir lebih tajam dan terstruktur.

Pengaruh Teknologi Terhadap Hubungan Sosial

1. Komunikasi yang Lebih Cepat dan Luas

Teknologi telah merevolusi cara kita berkomunikasi. Dengan adanya media sosial, aplikasi pesan instan, dan video call, kita dapat terhubung dengan teman atau keluarga di belahan dunia lain dalam waktu nyata. Hal ini memungkinkan komunikasi yang lebih cepat dan luas, menciptakan kesempatan untuk memperluas jaringan sosial dan menjaga hubungan meskipun terpisah oleh jarak geografis.

Namun, meskipun teknologi mempermudah komunikasi, terkadang interaksi digital kurang memiliki kedalaman emosional dibandingkan dengan komunikasi tatap muka. Wajah dan bahasa tubuh yang sulit dibaca lewat pesan teks atau video bisa mengurangi makna dan kehangatan hubungan sosial yang sebenarnya.

2. Kecanduan Media Sosial dan Pengaruh terhadap Kesehatan Mental

Salah satu dampak negatif teknologi terhadap hubungan sosial adalah fenomena kecanduan media sosial. Banyak orang merasa terikat dengan dunia maya, terobsesi untuk terus memeriksa pembaruan status, foto, atau komentar. Hal ini sering kali menyebabkan perasaan cemas, rendah diri, dan rasa tidak puas dengan kehidupan nyata.

Media sosial dapat menciptakan standar sosial yang tidak realistis, di mana orang sering membandingkan diri mereka dengan kehidupan yang tampak sempurna dari orang lain. Ini bisa mengarah pada perasaan kesepian atau tidak diterima di dunia nyata, meskipun mereka sebenarnya memiliki banyak koneksi online. Fenomena ini dapat merusak hubungan sosial yang lebih bermakna dan mempengaruhi kualitas interaksi tatap muka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun