Mohon tunggu...
diego
diego Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Pelajar

Hobi: bermain game, bermain bulu tangkis, mendengar musik

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kabut Berdarah

22 November 2023   18:18 Diperbarui: 22 November 2023   18:20 48
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Di tengah-tengah kota pedalaman.
Kabut darah mengambang dalam kesunyian.
Dalam situasi yang membahayakan.
Tobi muncul penuh keberanian.
 
Namun, tiada petunjuk yang didapat.
Hingga suatu cerita didapat.
Di suatu tempat di hutan pinus.
Berdiri gua tidak terurus.

Tanpa banyak pikiran.
Dia meluncur ketempat kejadian.
Di dalam gua yang mencekam.
Seekor monster bersemayam.

Mereka bertarung dengan brutal.
Saling menyerang dengan kesal.
Pisau tajam pun melayang di udara.
Mengakhiri seluruh cerita.

Kabut menghilang, monster dikalahkan.
Dia pulang, sebagai pahlawan.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun