Hawa dingin menyergap kami ketika memasuki kawasan Danau Maninjau. Setelah melewati jalanan berkelok-kelok yang disebut dengan Kelok 44, karena kelokannya berjumlah 44, kami pun sampai di tepi Danau Maninjau. Dari atas kelokan, sudah terlihat indahnya Danau Maninjau, yang merupakan salah satu danau terbesar di Indonesia.
Lokasi danau ini berada di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Kami sengaja mengelilingi danau untuk menikmati  pemandangan Danau Maninjau, dan menuju ke sebuah tempat peristirahatan yang dibangun di pinggir danau. Taman Muko-Muko namanya.
Hanya berjarak 30 menit dari Kelok 44, Desa Maninjau, Taman Muko-Muko berlokasi di Desa Muko-Muko. Karena itu namanya disamakan dengan nama desa lokasinya. Taman Muko-Muko ini berlokasi tidak jauh dari Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Danau Maninjau. Dibangun sejak tahun 1990-an, taman ini menawarkan wisata alam dengan pemandangan yang khas, yaitu Danau Maninjau dari jarak dekat. Kita bisa melihat dan menyentuh langsung air danaunya, atau beraktivitas di pinggir danau nya yang berwarna kehijauan.Â
Tidak terlihat adanya bubungan ikan seperti di Desa Maninjau, di Taman Muko-Muko ini tempat yang cocok untuk memancing, berperahu, dan berpiknik. Di sisi danau juga dibangun berbagai permainan anak-anak seperti papan peluncur. Di taman ini ada banyak tempat untuk duduk-duduk, beristirahat, dan makan bersama. Makanya tempat ini sangat cocok untuk piknik atau acara keluarga.
Di bagian tengah taman, terdapat jembatan kayu berbentuk seperti dermaga, untuk kita berfoto dengan berlatar belakang danau. Kemudian ada juga dermaga untuk tempat perahu-perahu kayu tertambat. Perahu ini dapat disewa untuk mengelilingi Danau Maninjau. Tentunya dengan pengemudi perahu nya yang menemani tentunya.
Berbicara tentang berfoto-foto, di tempat ini ada banyak tempat untuk berfoto selain dermaga dengan latarbelakang Danau Maninjau, juga ada perahu yang karam, menampilkan efek dramatis apabila berfoto di sana, serta beberapa jembatan kayu yang menghubungkan antara jalan berumput, karena dipisahkan oleh saluran air danau.
Apabila ingin membawa anak kecil ke Taman Muko-Muko ini disarankan untuk mengawasinya dengan ketat karena antara Danau Maninjau dan pinggiran danau yang digunakan sebagai tempat berwisata tidak ada pagar pembatas. Tempat ini ternyata tidak hanya didatangi oleh wisatawan lokal Sumatera Barat saja, melainkan juga didatangi oleh wisatawan lokal dari daerah lainnya, terutama Bengkulu, yang tidak jauh dari Sumatera Barat.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H