Aturan untuk Jangan Mudik Dulu yang digaungkan Pemerintah Pusat sebenarnya ada benarnya. Ini terbukti dari pengalaman di berbagai daerah yang memiliki pasien positif covid-19 lebih banyak karena orang yang kembali ke daerahnya masing-masing.
Memang berat dengan adanya aturan untuk jangan mudik dulu, terutama mereka yang masih memiliki orang tua dan keluarga di kampung. Rasanya tidak lengkap kalau lebaran tidak bisa berkumpul bersama keluarga dan teman-teman sekampung.
Selain itu bagi mereka yang sudah dirumahkan atau di PHK oleh tempat kerjanya, orang yang biasa jualan tapi tidak bisa berjualan karena dilarang, maka salah satu keinginannya adalah mudik ke kampung halamannya dan bisa bertemu dengan orang tua, keluarga dan teman-temannya.
Tetapi sayangnya anjuran Jangan Mudik Dulu tidak dibarengi dengan aturan yang konsisten dari Pemerintah. Ini terbukti dari pelonggaran kebijakan pemerintah seperti memperbolehkan penerbangan domestik walaupun dengan berbagai syarat yang harus dilengkapi sebelum ke berangkatan. Begitu pula dengan diaktifkannya kereta api, angkutan darat dan laut oleh pemerintah memberi peluang warga untuk mudik. Â
Karena yang namanya orang, dimana ada celah di situ mereka berulah. Sebagai contoh lagi surat keterangan sehat dari Puskesmas atau Rumah Sakit pun akhirnya diperjualbelikan untuk syarat bisa pulang kampung atau istilah pulang kampung menjelang lebaran disebut dengan mudik.
Berbagai cara dilakukan oleh orang untuk bisa pulang kampung dari menumpang kendaraan pengangkut sembako, ada yang bersembunyi di kendaraan tronton yang membawa mobil, masuk ke mobil box, naik kendaraan pribadi seolah-olah mobil pribadi tetapi sebenarnya mobil rentalan dan masih banyak lagi lainnya untuk mengakali pemeriksaan petugas di check point.
Seperti kita ketahui bahwa mudik sebenarnya menbawa dampak positif untuk perputaran uang dari kota ke desa, tetapi pada masa pandemi ini, membawa dampak positif Covid-19 bagi keluarga dan tetangganya.
Tapi sebenarnya di zaman yang canggih seperti sekarang ini, anjuran jangan mudik dulu ada solusinya, diantaranya adalah menggunakan perangkat komunikasi seperti smartphone. Anak bisa berkomunikasi dengan orang tuanya menggunakan smartphone. Mereka bisa bertatap langsung melalui kamera smartphone.
Tidak bisa membawa oleh-oleh, tidak masalah karena sekarang bisa memberikan paket atau membelikan parcel atau baju lebaran kepada orang tuanya tanpa harus mudik. Cukup dengan membeli pakaian atau parcel secara online.
Jika kita tidak mengetahui barang yang dibutuhkan di kampung maka bisa memberinya transferan. Sehingga keluarga, dan saudara yang ada di kampung masih bisa merasakan kebahagian dan kebersamaan dengan orang yang ada di kota yang masih dalam masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).
Semoga bagi Anda yang tidak mudik, masih bisa merasakan kebahagian bersama keluarga atau orang-orang tercinta dan tetap terjalin silaturahmi. Semoga corona segera berlalu sehingga kita bisa bertemu.