Mohon tunggu...
Didik Sedyadi
Didik Sedyadi Mohon Tunggu... Administrasi - Suka berdiskusi tentang matematika bersama anak-anak SMAN 1 Majalengka. Hobby menulis. Tinggal di Majalengka Jawa Barat

Suka berdiskusi tentang matematika bersama anak-anak SMAN 1 Majalengka. Hobby menulis. Tinggal di Majalengka Jawa Barat

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Candra-nya Orang Minum Minumam Keras

6 Juni 2016   23:57 Diperbarui: 7 Juni 2016   05:00 966
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber gambar : abidhiri.blogspot.com

Perumpamaan Bagi Orang Minum (Minuman Keras)
Dalam kebudayaan Jawa terdapat istilah “Candra”. Candra memiliki beberapa arti 1) Bulan, 2) Perumpamaan. Terkait dengan judul di atas, maka arti yang kedua yang akan dikupas. Tentu saja mengupas dengan tipis, tidak dalam dan tidak tebal.


Ini Tentang Pitutur Jawa (Nasehat Jawa)
Melihat kelahiran tentang Candrane Wong Nginum (Perumpamaan Orang Minum – Minuman Keras - ) yang telah ada sejak jaman dahulu kala, maka dapat disimpulkan bahwa minum minuman keras sudah ada sejak jaman dulu. Pengibaratan mereka yang meminum minuman keras dicandra dari takaran ia mimun. Sebut yang paling populer adalah ukuran sloki (gelas kecil).
Ketika orang minum minuman keras, hingga mabuk, menurut pandangan budaya Jawa ada 10 (sepuluh) macam :


1.Eka Padma Sari
Eka = Satu, Padma = Bunga, Sari = Sari bunga
Seseorang yang meminum minuman keras sebanyak 1 (satu) sloki dicandra Eka Padma Sari yang berarti  Tampak Seperti Kumbang Yang Mengisap Madu.
Kenikmatan minum benar-benar dirasakan, sehingga memancing keinginan untuk suatu saat menikmati lagi. Candra semacam inilah yang dijadikan pula oleh mereka yang mengajak temannya meminum minuman keras di awal pengalaman. 


2.Dwi Amartani
Dwi = dua, Marta = rendah hati / sabar / merendahkan diri , Amartani = membuat dirinya berposisi di bawah orang lain.
Seseorang yang meminum minuman keras sebanyak 2 (dua) sloki dicandra akan menjadi orang yang mudah disuruh orang lain untuk melakukan hal-hal apa saja.


3.Tri Kawula Busana
Tri = Tiga, Kawula = Rakyat / budak, Busana = Pakaian
Seseorang yang meminum minuman keras sebanyak 3 (tiga) sloki dicandra seseorang yang melupakan derajat dirinya karena pakaiannya. Jika pakaiannya bagus, maka ia merasa layak untuk duduk sejajar dengan orang yang jabatannya lebih tinggi.
Dalam ajaran Jawa (dulu), kedudukan majikan dengan batur (abdi) sangatlah nyata. Jauh sekali gap-nya. Lihatlah budaya ngesot kalau mau sowan ke bendara.
Dalam urusan dengan minum-minuman keras, sang abdi ini bisa melupakan unggah-unggah (sopan santun derajat / kasta) yang ada. Tak peduli ia berasal dari lapisan yang bawah, jika berpakaian bagus maka ia merasa sudah sederajat.
Dalam nasehat Jawa, pada takap minusm tiga sloki inilah umumnya orang mulai mabuk. Mulai kehilangan kesadaran.


4.Catur Wanara Rukem
Catur = Empat, Wanara = Monyet, Kera, Rukem = nama buah (mirip kersen/seri).
Seseorang yang meminum minuman keras sebanyak 4 (empat) sloki dicandra perilakunya mirip dengan monyet yang menemukan buah rukem. Dalam sebuah komunitas monyet yang menemukan buah-buahan akan timbuh kegaduhan. Berebutan. Saling sikut dan sebagainya. Kondisi sudah semakin tak terkendali.


5.Panca Sura Panggah
Panca = Lima, Sura = Berani, gagah, Panggah = kokoh (dalam pendirian).
Seseorang yang meminum minuman keras sebanyak 5(lima) sloki dicandra menjadi orang yang tak takut kepada siapapun, tidak malu berbuat apapun (termasuk perbuatan jelek, porno, lekoh dsb). Rasa malu telah hilang.


6.Sad Guna Weweka
Sad = Enam, Guna = Faedah, Weweka = Hati-hati, waspada.
Seseorang yang meminum minuman keras sebanyak 6 (enam) sloki dicandra menjadi orang yang (seolah-olah) waspada. Jika melihat orang lain berbicara kepadanya seolah-olah orang tersebut sedang menjelek-jelekkan dirinya. Tak ada omongna orang lain yang dianggap baik, semua adalah membicarakan kejelekan dirinya.


7.Sapta Kukila Warsa
Sapta = Tujuh, Kukila = Burung, Warsa = Hujan
Seseorang yang meminum minuman keras sebanyak 7 (tujuh) sloki dicandra seperti burung yang kehujanan, kedinginan, menggigil.  Orang ini akan berbicara tak keruan, meracau. Dalam bahasa Jawa orang ini ngromed , berbicara sendiri tak jelas maksudnya atau mengeluarkan apa saja dari bibirnya.


8.Astha Kacara-cara
Astha = Delapan, Kacara-cara = Berbicara semaunya, menghina.
Seseorang yang meminum minuman keras sebanyak 8 (delapan) sloki dicandra menjadi orang yang suka berbicara sesuka sendiri, menghina siapa saja yang ada di depannya. Menghinanya bukan karena dipikirkan, tetapi kata-kata itu keluar seenaknya saja. Bicara tak terkontrol terhadap orang lain, siapapun itu.


9.Nawa Wagra Lapa
Nawa = Sembilan, Wagra = Harimau, Lapa = Lesu, sengsara
Seseorang yang meminum minuman keras sebanyak 9 (sembilan) sloki dicandra seperti harimau yang kehilangan daya, tak berdaya, lunglai tak menakutkan lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun