memberikan informasi penting bagi individu tentang rencana langkah selanjutnya, apakah mau berubah atau tetap dalam kondisi perilaku sebelumnya. Melalui langkah pertama ini, dapat individu bisa mulai menangkap pikiran-pikiran yang tidak realistis atau pikiran yang tidak sesuai terhadap dirinya, kemudian akan mengambil inisiatif untuk berubah atau tidak, semua itu tergantung pada keinginan individu sendiri.
Dalam melakukan tahapan ini, individu diberikan latihan relaksasi mindfulness, mulai dari nafas, tubuh, indera, sensasi, suara, objek, hingga pada menghadirkan perasaan, mengidentifikasi perasaan yang hadir, mencari di mana lokasi perasaan tersebut hadir di dalam tubuh. Sampai pada akhirnya akan memunculkan ruang penerimaan untuk perasaan-perasaan dan sensasi yang tidak nyaman, dan individu mulai berdamai dengan hal-hal tersebut.
Saya kira, dalam situasi sulit seperti ini, kita bisa mencoba melakukan tekni relaksasi mindfulness secara sederhana di rumah kita masing-masing. Ambil 5-10 menit saja setiap harinya untuk melakukan relaksasi secara intens, dan fokus pada apa yang sedang terjadi. Dengan begitu, kondisi psikis kita akan berangsur-angsur membaik serta kita akan menjadi sadar akan diri kita dan mulau bisa merencanakan apa yang akan kita lakukan ke depan.
Metode ini sangat sederhana, dan kalau kita semua melakukan ini secara rutin, maka saya yakin, kita bisa menjadi pribadi yang tidak saja sehat badan, tetapi juga sehat pikiran. Mari menjaga agar kondisi psikis kita tidak terganggu dengan keadaan yang tidak mengenakkan seperti sekarang ini.
Salam Sehat Hati -- Sehat Pikir
Referensi:
Brown, K. W., & Ryan, R. M. (2004). Perils and promise in defining and measuring mindfulness: Observations from experience. Clinical psychology: Science and practice, 11(3), 242-248.
Triman, A., Bagaskara, S., & Endang Fouriana Listyawati, J. S. P. (2017). Pelatihan Mindfulness untuk Mengurangi Emosi Marah pada Pengemudi Usia Remaja.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI