Indonesia merupakan negeri kaya dengan beragam kekhasannya. Negara ini memiliki banyak kebudayaan dari berbagai suku yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Semuanya menjadi makin menyenangkan ketika kita punya banyak sekali aliran agama, baik agama dalam maupun luar negeri.
Keberagaman ini menjadi semakin kentara tatkala Gus Dur memerintah, dia menjadi bapak pluralisme akibat kebijakannya membebaskan masyarakat Indonesia memeluk agama sebebas-bebasnya. Apalagi Agama Kong Hu Cu dimasukan menjadi agama yang diperbolehkan di Indonesia.
Tapi amat disayangkan Gus, cita-citamu membuat Indonesia menjadi negara yang mencitai perbedaan terus tergerus. Belakangan, banyak sekali perpecahan bermotif agama. Baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan kerusuhan di Tanjung Balai, Sumatra Utara.
Kejadian ini di mulai karena seorang warga keturunan Tionghoa tidak suka mendengar suara adzan Gus. Kemudian warga yang tersulut emosinya berbondong-bondong menuju vihara dan melakukan aksi pengerusakan di rumah ibadah itu Gus.
Gus, apakah setelah berpuluh tahun fondasi yang engkau buat untuk Indonesia masih terlalu maju untuk Indonesia? Gus, aku sebagai pemuda Indonesia yang seharusnya membangun negeri ini merasa malu dengan tindakan ini.
Gus haruskah aku bersimpuh dan memohon pada Tuhan untuk menghidupkan diri mu dan meminta wejangan dari mu demi membawa situasi yang damai di Indonesia? Aku rindu guyonan mu yang sarat maka. Walau itu guyon tapi sangat mendalam dan menyakitkan bagi beberapa pihak kontra. Walau itu guyonan, tapi guyonan itu sangat di nanti oleh para santri mu.
Baru-baru ini seorang aktifis bernama Haris Azhar membeberkan sebuah celotehan terpidana mati kasus narkoba bernama Freddy Budiman. Dalam celotehan itu Freddy membeberkan bahwa ada oknum TNI, Polisi, dan BNN yang ikut terlibat dalam peredaran barang haram tersebut.
Hey Bung Karno, apa kamu rela bangsa ini di hantui dengan yang namanya narkoba? Yang pasti barang ini merupakan dagangannya bangsa barat yang membuat paham neokolonialisme. Narkoba cepat menjalar ke segala sendi kehidupan terutama dalam hidup para pemuda.
Aku ingat dengan kata-katamu “Berikan aku 10 pemuda, niscahya akan kuguncang dunia”, tapi yang sekarang terjadi banyak pemuda masuk bui akibat pengaruh barang ini. Bung, bagaimana nasib Indonesia jika para pemuda sudah terjangkit penyakit gaya hidup ini? Padahal mimpimu menuju Indonesia lebih baik disematkan pada pundak pemuda.