Tak banyak yang tahu tentang pulau Pahawang, sebuah pulau kecil di antara beberapa pulau kecil lain di Propinsi Lampung. Kalau kita masukkan kata Pahawang di mesin pencari, maka akan muncul gambar pasir putih, air jernih hingga dasar lautnya terlihat, dan gubuk-gubuk yang berdiri di atas laut.Â
Persis seperti resort mahal di kepulauan Maldives, tapi ini di negeri sendiri dan lokasinya relatif tidak jauh dari ibukota.
Penasaran dengan Pahawang, meluncurlah kami di suatu hari yang cerah dengan mobil pribadi. Hanya pak suami dan saya, seperti biasa.Â
Perjalanan darat kami cukup lancar, dari Bekasi masuk tol dalam kota, lanjut tol Jakarta Merak hingga sampai di pelabuhan Merak. Nah, setelah sampai di pelabuhan itu kami baru tahu bahwa membeli tiket penyeberangan harus lewat aplikasi Ferizy.Â
Sambil antre kami mendaftar dan membeli tiket. Karena tidak pernah menyeberang dengan ferry maka kami mengikuti mobil di depan kami, dan ternyata ada 2 antrean, ekspres dan reguler, dan kami antre yang reguler. Beruntung masih pagi jadi antrean belum terlalu panjang. Sambil menunggu kami sempat jajan makanan kecil dulu di mall pelabuhan.Â
Penyeberangan memakan waktu 2 jam. Begitu mendarat di Bakauheni kami langsung mencari masjid terdekat, yaitu masjid BSI Bakauheni, untuk sholat zuhur. Masjid ini baru diresmikan Maret 2023.Â
Setelah sholat dan mencari warung makan terdekat, kami melanjutkan perjalanan melintasi jalan tol Bakauheni - Bandar Lampung untuk jalan-jalan dulu di kota Bandar Lampung dan menginap semalam.
Keesokan paginya setelah sarapan kami berangkat ke titik pertemuan dengan tour guide yang sudah mengatur perjalanan dengan perahu ke resort di Pahawang. Titik pertemuan adalah dermaga kecil tempat para pelancong yang ingin berwisata ke pulau Pahawang dan pulau Kelagian.
Sampai di dermaga kami bertemu dengan tour guide, dan tak lama kemudian kami sudah di perahu kecil yang akan mengantar kami ke penginapan. Air laut tenang karena dermaga ini terletak di teluk. Paket perjalanan kami termasuk snorkeling, jadi perahu kami berhenti sejenak di area snorkeling.Â
Cukup banyak pengunjung yang sedang menikmati pemandangan bawah laut dengan ikan berwarna warni dan terumbu karangnya. Â
Karena matahari terlalu terik maka kami tidak berlama-lama snorkeling. Perahu melanjutkan perjalanan menuju penginapan. Kami menginap di Andreas Resort. Begitu perahu berbelok terlihatlah deretan gubuk beratap sirap berbentuk kubah. Gubuk dibangun di atas air, dengan kaki-kaki kokoh menancap di dasar laut. Air laut dari jauh terlihat berwarna hijau kebiruan. Indah sekali.Â
Perahu kecil kami merapat dan kami turun ke jembatan kayu menuju Front Desk, dan langsung masuk kamar. Kamar kami cukup luas dengan perabotan secukupnya. Tempat tidur besar, meja kecil dan rak gantungan handuk, di sisi kanan ada kamar mandi imut.Â
Tidak mewah tapi bagi saya kamar berpendingin udara yang baik sudah cukup karena udara di luar sedang panas sekali. Di sebrang pintu masuk ada pintu menuju teras yang luas dengan sepasang kursi kayu dan di sudut ada tiang shower untuk bilas setelah mandi di laut.
Air laut di sana jernih sekali. Banyak anak ikan berenang-renang bergerombol di sela-sela ganggang air.Â
Menjelang sore kami berjalan-jalan mengeksplorasi resort. Jembatan kayu yang menghubungkan tiap gubuk bermuara di daratan di mana ada restoran dan mini market. Kami memesan pisang goreng dan minuman untuk dikirim ke kamar. Duduk bersantai di teras kayu menanti matahari terbenam adalah rencana berikutnya.
Malam di Pahawang terasa asing tanpa debur ombak. Hanya suara burung malam yang terus menerus mengisi malam. Tidak ada suara ombak memecah pantai.Â
Paginya kami sarapan di restoran lalu mandi di laut. Ganggang laut yang menjulur kesana kemari agak mengganggu buat saya, sehingga saya hanya sebentar saja di air.
Sekitar jam 9-an perahu kami datang menjemput karena kami akan berkeliling pulau-pulau sekitar Pahawang sebelum kembali ke dermaga. Kami mampir di beberapa pulau untuk foto-foto dan guide kami bercerita bahwa ada 1 pulau yang tidak boleh didatangi karena milik pribadi. Wah, menarik sekali punya pulau kecil di tempat yang indah ini.
Menjelang tengah hari kami sudah mendarat kembali di dermaga dan melanjutkan perjalanan, yaitu pulang ke Jakarta.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI