Mohon tunggu...
Diana F Singgih
Diana F Singgih Mohon Tunggu... Lainnya - baru belajar menulis

Pensiunan yang saat ini hobinya merajut dan traveling

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Kamu Kok Gak Peka Banget Sih?

3 September 2024   19:58 Diperbarui: 3 September 2024   20:06 12
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Lyfe. Sumber ilustrasi: FREEPIK/8photo

Entah kapan tone deaf ini dikaitkan dengan kepekaan seseorang pada lingkungan dan bukan melulu urusan musik. Tone deaf atau tuli nada, belakangan dikaitkan dengan tuli atau hilangnya empati seseorang terhadap orang lain yang sedang tidak baik-baik saja.

Berita yang sedang ngetrend atau viral belakangan ini banyak yang bisa menjadi contoh.

Kasus bunuh diri dokter yang sedang menjalani PPDS adalah satu contoh tone deaf organisasi terkait, dalam hal ini fakultas kedokteran universitas terkait. Apalagi setelah ada bantahan dari pihak universitas mengenai adanya bullying yang dilakukan dokter senior pada juniornya padahal banyak testimoni dari para dokter lain yang mengafirmasi kondisi itu. Bagi sebuah institusi, mengakui terjadinya sesuatu yang memalukan dengan skala sebesar itu memang sulit, karena konsekuensinya besar. Dan konsekuensi itu yang kini diterima setelah muncul hasil investigasi yang dilakukan oleh pihak Kemenkes. Meskipun kita tidak bisa mengetahui dengan pasti apakah kasus bunuh diri tsb akibat langsung dari bullying (karena korban tidak bisa memberikan penjelasan), tapi tidak adanya empati dari universitas dan kalangan dokter itu sendiri memang membuat masyarakat gerah.

Baca juga: Integritas

Contoh lain adalah vonis bebas pelindas pacar, meski pada akhirnya para hakim yang mengadili dipecat. Ah apakah saya termasuk orang yang nirempati dengan menulis dipecat dan bukannya dibebastugaskan?

Berita penggunaan jet pribadi oleh salah satu anak penguasa juga dirasakan masyarakat banyak sebagai hilangnya empati dari para petinggi negeri. Ketika harga bahan pangan meroket, tingginya pengangguran dan sulitnya mendapat pekerjaan tetap, ketika situasi ekonomi dan politik sedang tidak baik-baik, ada yang dengan santainya memposting sepotong roti seharga ratusan ribu setelah naik jet pribadi.  

Di jaman teknologi canggih di mana informasi terbaru secara real time bisa langsung dibaca dan diketahui oleh semua lapisan masyarakat, kita sebaiknya memang harus belajar lebih peka. Memang betul media sosial kita adalah hak kita pribadi, tapi bagi selebriti, figur publik, pejabat, mereka yang punya follower jutaan, mengasah kepekaan sosial sangat penting. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun