Sering nasib petani menjadi bahan  sekaligus objek yang diulang-ulang dalam setiap rapat, pembahasan, bahkan kampanye. Sekian calon pemimpin dan wakil rakyat berkoar-koar tawarkan solusi dan kesejahteraan bagi petani.  Pupuk murah, benih murah, pestida murah, alsintan mudah, jalan usatani, saluran irigasi silahkan usulkan dan akan dibantu.
Ujung tombak pembangunan pertanian, salah satunya PPL dituntut maksimal dengan daya dukung yang belum memadai. Dituntut harus kreatif, inovatif dan solutif ditengah kelembagaan profesi yang rumahnya ada namun fungsinya sering terbentur anggaran.
Negeri agraris dan realitas petani gurem, yang mestinya menjadi keunggulan sekaligus tantangan, namun tak jarang sering termarginalkan di tengah buasnya ekspansi kapital dan tuntunan prestise keberhasilan memimpin.
Ah tulisan ini terlalu panjang. Sepanjang perjalan petani memburu keadilan dan kesejahteraan.
 Ma'af !
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI