MGMP Bahasa Inggris Kota Bandung yang dipimpin oleh Ibu Mina Nurliana, S.Pd. M.M. mengadakan pertemuan pertama kalinya setelah 2 tahun terjegal pandemi di SMKN 3 Kota Bandung dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris MKKS SMK Kota Bandung, Bapak Dede Hasanudin, S.Pd. M. M.Pd yang juga sebagai Kepala SMK Profita mengatakan bahwa MGMP Bahasa Inggris adalah salah satu pintu perubahan untuk merdeka belajar dan mengajar pada hari Sabtu, 19 Maret 2022.
Dalam pembukaan kegiatan, Dede Hasanudin, S.Pd. M.Pd. memberikan informasi pembelajaran yang memerdekakan baik bagi siswa, guru dan sekolah. Setiap satuan unit sekolah dapat menentukan batasan kurikulum yang akan diampu disesuaikan dengan kemampuan rata-rata siswa di sekolah teersebut.
Beliau memberikan paparan kepada guru-guru bahasa Inggris tentang bagaimana cara mendidik melalui tahapan-tahapan pendidikan yang menjadi pedoman Ki Hajar Dewantara agar dapat dipahami siswa secara aplikatif dalam kehidupan yang sebenarnya jika guru dapat menerapkan dengan tepat, siswa-siswi akan menjadi sumber daya manusia yang dapat memperbaiki “learning lost” dengan cepat.
Intinya dalam Merdeka Belajar adalah deeply learning dari kompetensi dasar yang diberikan. Setidaknya ini dapat memberikan bentuk berbeda dalam merdeka belajar di setiap satuan sekolah agar transformasi pendidikan dapat dirasakan di semua lini kampus vokasi maupun pendidikan umum.
Ditengah penjelasan beliau, ada pertanyaan dari peserta kegiatan pertemuan cara pembuatan soal Ujian Sekolah yang menggelitik, “Bagaimana bila ada siswa yang tidak menyukai Bahasa Inggris?” Dengan bijak, Dede Hasanudin memberikan jawaban agar guru mampu menstimulus tentang kebutuhan Bahasa Inggris/Asing bagi pembelajaran secara global.
Struktur kurikulum yang diberikan di setiap SMK/MAK standarnya dapat dibagi menjadi a) pembelajaran intrakurikuler; dan b) projek penguatan profil pelajar Pancasila yang dialokasikan sekitar 30% (tiga puluh persen) total JP per tahun.
Sekolah dapat memodifikasi sesuai kebutuhan dalam menjalankan segala hal yang progressive terhadap pembelajaran, termasuk alokasi waktu yang diberikan di setiap pembelajaran. Dapat dilihat dalam tabel berikut: