Secara umum, ada dua tipe gangguan bipolar, yaitu bipolar I (minimal 1 episode manik dan 1 episode depresi) dan bipolar II (minimal 1 episode hipomanik dan 1 episode depresi).Â
Apa itu manik? Adalah sebuah kondisi di mana seseorang begitu bersemangat. Bukan perasaan senang. Kondisi manik adalah kondisi ketika pikiran seseorang bekerja secara cepat. Sehingga dari tampakan luar seorang penyintas bipolar layaknya seseorang yang penuh ide.Â
Selain itu dalam kondisi manik, bagi teman-teman penyintas bipolar melakukan tindakan impulsif yang terkadang membahayakan dirinya sendiri.Â
Lalu apa yang terjadi bila mengalami hipomanik?Â
Hypomanic episode merupakan sebuah periode ketika seseorang merasakan semangat yang begitu tinggi, pikiran bekerja cepat, bahkan berbicara dengan cepat sehingga terkadang membingungkan komunikan.Â
Timbul suatu tindakan dengan dorongan impulsif. Misalnya seperti berbelanja secara berlebihan, ada pula yang membagi-bagikan uang meskipun ia sendiri dalam keadaan finansial yang kurang.Â
Perbedaan antara manik dan hipomanik sangatlah tipis. Bagi para penyintas bipolar pun sangat kesulitan untuk membedakan apakah yang ia sedang mengalami manik atau hipomanik.Â
Di sinilah sangat diperlukan rutinitas kunjungan kepada ahli kejiwaan yang berlisensi.Â
Begitu pula bagi mereka yang sedang berada pada episode depresi. Bukan hanya perasaan sedih. Depresi yang dimaksudkan adalah seseorang benar-benar tidak dapat merasa senang. Muncul perasaan tidak berharga. Yang paling berbahaya adalah munculnya suicidal thought, pikiran bunuh diri.Â
Hati-hati ya, gejala yang dialami oleh penderita gangguan bipolar hampir mirip dengan apa yang dialami oleh penderita gangguan tiroid.Â
Sering pula, gangguan bipolar disalahartikan dengan gangguan kejiwaan yang lain, seperti kepribadian ambang (borderline personality disorder). Atau terkadang masyarakat awam juga sering salah menilai gangguan bipolar sebagai Generelized Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan Umum).Â