Energi matahari di garis katulistiwa sangat melimpah. Sayangnya kita sebagai bangsa yang dianugerahi posisi geografis sangat strategis dan kaya akan sumber daya alam tidak memanfaatkannya dengan baik dan benar. Begitu juga dengan laut yang jelas-jelas mengandung energi air, ombak, dan gelombang, juga belum dimanfaatkan.
Baca juga artikel menarik di sini: Musafir Guest House, Berasa Menginap di Rumah Eyang
Masih berfokus pada energi fosil, baik minyak bumi atau pun batu bara membuat banyak inovasi teknologi yang mengarah kepada pemanfaatan energi terbarukan seakan angin lalu saja. Oh ... Iya, energi angin juga belum dimanfaatkan. Duuuhhh ... Sedih deh! Padahal banyak ilmuwan, akademisi, bahkan anak muda yang sudah memulai bahkan menciptakan prototype berbagai alat pendukung kehidupan yang menggunakan energi terbarukan.
Sebut saja kompor surya yang diberi nama Mag Fire karya Ibrahim Rasyid Ridho Rusydi mahasiswa pascasarjana SBM ITB. Mag Fire telah diikutkan dalam beberapa lomba inovasi energi terbarukan. Walaupun belum sampai menjadi juara, namun posisi finalis atau karya terpilih dan menginspirasi kerap didapatkan Ibrahim. Salah satunya adalah program Shell LiveWIRE Energy Solutions dan Swiss Innovation Challenge 2022.
Awalnya saat menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Peternakan Unpad, Ibrahim yang punya hobi masak ini mulai punya usaha peternakan ayam kampung di halaman rumah kontrakannya. Saat awal menjadi mahasiswa pernah juga jualan nasi uduk yang dimasaknya menggunakan penanak nasi atau ricecooker dengan listrik PLN. Lauk pauknya, orek tempe dan bihun goreng, dimasak menggunakan kompor gas kecil (seperti kompor yang untuk kemping dengan gas dalam botol).
Usaha ayam kampung yang diberi nama Backyard Poultry ini bisa memenangkan lomba Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) dan mendapatkan dana hibah untuk pengembangan usaha. Ibrahim mengembangkan usahanya saat tingkat akhir dengan membuat ayam kampung ungkep yang memanfaatkan kompor gas dua tungku. Alhamdulillah usahanya bisa bertahan walau di tengah masa pandemi.
Baca juga di sini: Entrepreneur Dari Hobi Menjadi Karir Masa Depan
Ternyata hobi memasak inilah yang menjadi alasan utama Ibrahim untuk mengembangkan kompor surya Mag Fire. Kebetulan rumah yang ditinggali sekarang memiliki halaman yang terkena sinar matahari pagi hingga sore. Ada juga taman publik di depan rumah yang bisa dimanfaatkan untuk uji coba prototype Mag Fire.
Kompor surya yang telah berhasil untuk memasak beragam makanan seperti telur dadar/telur ceplok, mie rebus/goreng, aneka gorengan dari frozen food, menumis sayuran, mendidihkan air untuk menyeduh kopi/teh. Mag Fire telah didemostrasikan di sebuah guest house saat liburan ke Solo, Musafir Guest House namanya. Pernah juga dipraktekkan memasak di kaki Gunung Ciremai Kuningan. Kampus yang telah mengundang Ibrahim untuk menjelaskan cara kerja Mag Fire adalah Universitas Insan Cendikia Cirebon (UCIC).