Kata sepeda dan bersepeda sepertinya sedang naik daun di pekan ini. Sebagai penyuka sepeda dan penikmat bersepeda, aku ingin berbagi pengalaman. Bahwa apapun yang kita lakukan sejatinya harus memenuhi standar etika yang berlaku di masyarakat.Â
Tidak mentang-mentang sepedanya berharga puluhan bahkan ada yang lebih dari seratus juta, lalu menjadi semena-mena.
Apa saja etika yang harus dimiliki oleh pesepeda ?;Â
1. Hargailah pengguna jalan yang lain, baik kendaraan yang lebih besar maupun pejalan kaki.
2. Patuhi rambu-rambu lalu lintas.
3. Gunakan pengaman seperti helm dan pelindung lutut untuk meminimalisir resiko kecelakaan.
4. Menjaga jarak dan tidak bergerombol saat bersepeda bersama, agar tidak terjadi kemacetan atau saling bersenggolan yang dapat menimbulkan kecelakaan.
5. Parkir sepeda di tempat yang telah disedikan.
Bersepeda di pegunungan atau di area khusus juga tetap harus mentaati peraturan yang ada. Tentu untuk kenyamanan semua. Bukankah pengguna area publik tidak hanya diri kita sendiri.Â
Foto di atas saat Aku Dewi Laily Purnamasari dan anakku Teteh Maryam Aliyya Al Kindi bersepeda di halaman Balaikota DKI Jakarta. Sebelum kami bersepeda di sana, tentu kami meminta ijin dahulu kepada petugas yang menjaga kawasan tersebut. Setelah diberi ijin barulah kami bersepeda dengan tetap menjaga kenyaman pengunjung lain.Â