Mohon tunggu...
Ambardewi
Ambardewi Mohon Tunggu... Dosen - Pecinta seni, buku dan musik

Menulis adalah selera... Mengembangkan ide yang menjadi sebuah tulisan yang menginspirasi adalah tabungan ilmu yang bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri melainkan untuk orang lain.. Jangan memenjarakan ide.... keluar,,, dan tulislah!

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

"We Called 6D", Sebuah Hambatan atau Tantangan?

1 Juli 2018   03:08 Diperbarui: 1 Juli 2018   03:47 1049
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ozgurlukarastirmalari.com

Jika kita mengamati keadaan di sekitar kita, baik itu perubahan anomali masyarakat terhadap ketertarikan dan ketergantungan terhadap media sosial, sisi lain dari dunia usaha, pergeseran minat masyarakat yang semakin meninggalkan 'budaya' jual beli konvensional yang beralih ke online hingga mulai tergantikannya peran tenaga kerja dan tenaga pengajar oleh mesin dan kecanggihan teknologi artificial intelligence (AI). Kesemuanya tidak terlepas dari gencarnya pengaruh dari era eksponensial yang juga melanda Indonesia.

Salah satu ciri dari era eksponensial tersebut adalah terlihat pada perkembangan teknologi dan informasi yang cukup signifikan. Hal ini secara ekplisit sesuai dengan pendapat Prof. Klaus Schwab, merupakan pemimpin eksekutif dari Forum Ekonomi Dunia yang dalam bukunya " The Fourth Industrial Revolution" mengatakan bahwa saat ini dunia  telah memasuki Revolusi IV yang sering kita sebut dengan era eksponensial, era goncangan hebat (the great disruption era) serta ada sebutan yang lebih mengesankan lagi, yaitu era turbulensi.

Pergeseran masyarakat

Dapat dipastikan, kita akan mengikuti pola atau ritmik yang dijalankan sebagian orang lain dalam pemenuhan kebutuhannya sehari-hari. Intinya di era ini, teknologi informasilah yang memiliki peran penting dan menggenggam masa depan dunia dengan kecanggihannya yang dulu sebatas pemikiran manusia saja. Sebatas angan-angan, yang di era ini sangat dimungkinkan untuk diwujudkan.

Betapa tidak, masyarakat dimanjakan sekali oleh kemudahan yang ditawarkan oleh kecanggihan teknologi informasi tersebut yang menggunakan big data dari para penggunanya. Semua serba satu tangan, berada di genggaman. Inilah yang mendasari masyarakat mulai bergeser dari budaya lama ke budaya baru. Analog ke digital.

Era eksposional yang mengandung 6D

Pola hidup masyarakat yang tentu saja tidak bisa 100 persen mengikuti perkembangan secara cepat dan tanggap akan kebutuhan teknologi canggih yang bisa memudahkan manusia, membuat era eksposional ini menuai pro dan kontra. Untuk menjawab keresahan masyarakat yang mungkin masih 'kurang tanggap' akan jaman yang serba cepat, bisa menelaah kembali apa yang terkandung dari era eksponensial dan sering kita sebut dengan 6D, yaitu digitalization, deception, disruption, dematerialization, demonetization, dan democratization.

1. Digitalization

Adalah sebuah kondisi dimana era digital sudah mulai merambah ke dalam kehidupan masyarakat, seperti halnya kita melihat adanya startup-startup baru yang merajai bisnis online, kemudian transportasi online yang saat ini bisnisnya merambah pada sektor-sektor lain selaim jasa transportasi yang memudahkan masyarakat dalam satu genggaman saja. Semua berbasis daring.

2. Deception

Dari banyaknya letupan-letupan ide dari masyarakat yang mendigitalisasikan dirinya disegala lini, masyarakat lain sudah mulai mengikuti perkembangan tersebut, meski lajunya sangat lamban dan tanpa disadari pertumbuhan eksponesialnya mencapai titik lejit. Hal ini menimbulkan keresahan dari lini-lini konvensional yang takut akan terdisrupsi akibat digitalisasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun