Mohon tunggu...
Dewi Suryani
Dewi Suryani Mohon Tunggu... Lainnya - Ilmu Komunikasi

Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Nurdin Hamzah Jambi

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Masa Pandemi Covid-19 dan Aktivitas Komunikasi dalam Pendidikan di Era New Normal

20 Juli 2020   09:12 Diperbarui: 20 Juli 2020   09:57 117
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Di tengah Pandemi yang terjadi saat ini, mengakibatkan hampir seluruh aktivitas menjadi terhentikan. Ketika kata New Normal muncul dalam perbincangan masyarakat, apakah Pandemi sudah berakhir dan kita bisa beraktivitas seperti biasanya? Tentu saja tidak.

Corona Virus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019. Covid-19 yang ditetapkan sebagai Pandemi oleh WHO pada 11 Maret 2020 lalu dapat masuk ke tubuh manusia melalui mukosa mata, hidung, dan mulut. Virus ini menggandakan diri didalam sel tubuh manusia, terutama di bagian saluran pernafasan bawah, seperti paru-paru. Virus ini juga mengganggu imunitas atau kekebalan tubuh, dan bagi mereka yang sudah memiliki penyakit bawaan seperti ginjal, diabetes, darah tinggi maka akibatnya bisa fatal.

Penyebaran Virus ini juga sangat cepat dan mudah. Hanya dari satu manusia yang terinfeksi virus melalui percikan cairan yang berasal dari saluran pernapasan dan mulut, seperti buliran yang keluar saat batuk atau bersin. Bahkan pada saat berbicarapun virus tersebut dapat keluar bersamaan dengan percikan liur atau cairan hidung. Apabila kemudian percikan tersebut disentuh oleh tangan atau jatuh kepermukaan benda yang ada disekitar orang tersebut, maka besar kemungkinannya dapat menjadi sumber penularan bagi orang lain.

Ketika Virus Covid-19 mulai menyebar di Indonesia, menyebabkan seluruh rangkaian kegiatan terpaksa di undur bahkan harus di hentikan yang mengakibatkan 70 hingga 90% kehidupan berpenduduk di Indonesia berubah. Pemerintah dan masyarakat dihadapkan pada berbagai keputusan sulit baik itu dari sektor kesehatan, sosial, ekonomi maupun politik.

Dampak dari Pandemi Covid-19 ini sangat mengancam perekonomian masyarakat, bahkan disaat kebijakan pemerintah untuk melakukan penerapan Social Distancing dengan menyuruh masyarakat untuk tetap berada dirumah agar tidak banyak melakukan kontak langsung dengan masyarakat lain. Dan juga kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengakibatkan masyarakat dari kalangan bawah merasa tertekan akan kebutuhan perekonomiannya. Saat kebijakan pemerintah tentang dilarang mudik mulai diberlakukan sebagian masyarakat antusias mendukung kebijakan tersebut, walaupun ada beberapa persen warga Indonesia yang tetap melanggar dan mudik secara diam-diam.

Masyarakat dari kalangan bawah masih banyak yang melakukan kegiatan yang melanggar kebijakan pemerintah seperti masih tetap beraktivitas diluar untuk mencukupi kebutuhannya, walaupun diantara mereka ada yang mengakui bahwa takut akan terluar virus tersebut. Tetapi kebutuhan yang mengakibatkan mereka tetap harus keluar. Dikarenakan hal ini, membuat pemerintah merasa kesulitan untuk menertibkan masyarakat agar penyebaran virus Corona tidak berlanjut. Pemerintah bahkan sudah memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Bahkan masyarakat disekitar juga sudah mendapatkan beberapa bantuan dari pemerintah.

Setelah kurang lebih satu bulan pemerintah menerapkan kebijakan PSBB, yang mana dari kebijakan tersebut mempengaruhi beberapa aspek kehidupan masyarakat, akhirya, pada tanggal 1 Juni 2020, pemerintah telah memberlakukan 'New Normal'. New normal sendiri merupakan langkah atau upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dari masyarakat yang sempat terhenti pada beberapa waktu lalu, dan menyebakan kemerosotan kegiatan-kegiatan dalam kehidupan masyarakat. 

Dengan diberlakukannya New Normal maka pusat perbelanjaan seperti Mall, Tempat wisata, sekolah dan kampus pun mulai dibuka. Meskipun begitu protokol kesehatan seperti cuci tangan, memakai masker dan juga jaga jarak tetap masih di berlakukan, agar tetap terhindar dari penularan virus Covid-19.

Alasan pemerintah memberlakukan New Normal adalah untuk mempercepat pengatasan masalah Covid-19 dalam bidang kesehatan, ekonomi maupun sosial.

Aktivitas komunikasi dalam pendidikan di era New Normal.

Aktivitas komunikasi pendidikan di era new normal pastilah sangat berbeda dengan pendidikan disaat belum terjadi Pandemi Covid-19. Sebelumnya kegiatan komunikasi bisa dilakukan secara tatap muka langsung. Namun sekarang harus dilakukan dengan jaga jarak untuk mencegah penyebaran virus semakin banyak. Semua aktivitas pendidikan sekarang harus dilaksanakan dirumah atau secara online. Berbagai aplikasi berbasis teknologi komunikasi seperti Zoom, Google Meet, Google Classroom dan sejumlah aplikasi lainnya mulai bermunculan menjadi platform penghubung komunikasi antar warga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun