Pada hari pertama, sosialisasi dilakukan di tiga kelas yakni kelas 1, 2, dan 3. Masing-masing kelas akan diisi oleh 1 kelompok. Kemudian, di hari kedua sosialisasi dilakukan di kelas 4, 5, dan 6. Alur sosialisasi untuk kedua hari sama saja. Pertama-tama, kami para mahasiswa KKN memberikan penjelasan tentang pentingnya mencuci tangan, lama waktu efektif untuk cuci tangan, dan dampak positifnya terhadap kesehatan. Kami menyadari bahwa pendekatan yang menyenangkan dan interaktif akan lebih berhasil menarik perhatian anak-anak. Oleh karena itu, setiap kelompok dari kami akan menanyikan lagu cuci tangan yang unik dan menghibur dari World Health Organization (WHO). Lagu ini memiliki lirik sederhana yang mencakup langkah-langkah cuci tangan 6 langkah dan mudah diingat oleh anak-anak. Selain dengan lagu, media yang digunakan untuk pembelajaran adalah poster. Nantinya poster tersebut akan ditempelkan di masing-masing kelas supaya dapat selalu diingat siswa.
Proses tersebut berlangsung dengan riang gembira, dan nampaknya para siswa sangat menikmati kegiatan ini. Anak-anak tertawa riang dan bergembira ketika menyanyikan lagu bersama sambil mempraktikkan gerakan mencuci tangan, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Setiap kelompok dari kami kemudian memberikan demonstrasi dan membantu anak-anak mencuci tangan mereka dengan tepat. Kami mengajarkan cara menggunakan sabun dengan benar, menggosok tangan dengan cermat, dan memberikan perhatian pada sela-sela jari. Anak-anak pun diberikan kesempatan untuk mempraktikkan mencuci tangan setelahnya.
Sosialisasi ini menarik perhatian dan dukungan dari pihak sekolah, termasuk guru-guru dan kepala sekolah. Mereka menyambut baik inisiatif kami, mahasiswa KKN Tematik UMD 23 dalam memberikan edukasi kesehatan yang berfokus pada perilaku cuci tangan yang benar. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan kesadaran kesehatan.
Dengan adanya sosialisasi cuci tangan ini, diharapkan bahwa anak-anak SDN 1 Jampit akan mengadopsi kebiasaan cuci tangan yang baik dan menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar mereka. Kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kebersihan diri akan menjadi bagian integral dari kehidupan mereka, dan mereka akan membagikan pengetahuan ini kepada keluarga dan teman-teman mereka.
Melalui inisiatif positif seperti ini, kami mahasiswa KKN Tematik UMD 23 telah memberikan kontribusi yang berarti dalam membangun masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya mencuci tangan dengan benar. Semoga kegiatan ini menjadi pemicu bagi lebih banyak upaya kolaboratif di masa depan, untuk menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan sadar akan pentingnya menjaga kebersihan diri demi kesehatan yang lebih baik.
Penulis : Tim KKN UMD 23 Universitas Jember
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H