Mohon tunggu...
Desty Rachmawaty
Desty Rachmawaty Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya adalah mahasiswi semester pertama yang sedang mencoba hal baru

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pengertian LGBT, Faktor Penyebab, Pencegahan LGBT, dan Hubungan LGBT dengan Sila Pertama Pancasila

21 Januari 2024   08:47 Diperbarui: 21 Januari 2024   09:07 122
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: aljazeera.com 

Pengertian LGBT

Saat ini, isu LGBT menjadi perhatian khusus bagi banyak orang. LGBT adalah akronim dari Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Lesbian merujuk pada mereka yang memiliki keterkaitan seksual antar sesama wanita, sedangkan gay adalah mereka yang memiliki keterkaitan seksual antar sesama lelaki. Adapun biseksual adalah ketertarikan kepada pria dan wanita sekaligus. Serta transgender adalah penggambaran orang-orang yang memiliki perasaan laki-laki atau perempuan pada fisik yang berbeda sehingga membuat mereka ingin untuk hidup dalam identitas gender yang berbeda dengan jenis kelaminnya.

LGBT di Indonesia

Indonesia adalah salah satu negara yang menentang keras adanya LGBT karena sejatinya dapat merusak moral bangsa dan melanggar norma-norma agama. Namun nyatanya, hingga saat ini masih ditemui beberapa kelompok atau bahkan komunitas besar dari LGBT. Salah satu kasus yang dapat saya temui mengenai LGBT adalah Pesta Gay di Kelapa Gading. Bahkan, menurut beberapa artikel, kasus tersebut sudah menjadi sorotan dunia. Selain pada komunitas-komunitas, LGBT juga tersebar menjadi perseorangan. Beberapa dari mereka memang menutupi orientasi seksualnya, namun beberapa juga terang-terangan menunjukkan kepada masyarakat sekitarnya.

Faktor Penyebab LGBT

  • Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan dan salah pergaulan menjadi salah satu penyebab penyimpangan LGBT terjadi. Misalnya, seseorang yang sudah lama hidup di asrama sehingga tidak pernah melihat lawan jenisnya bisa saja memicu perasaan tertarik dengan sesamanya. Selain itu, hidup di sekitar orang-orang yang menyimpang juga bisa menjadi pemicu munculnya LGBT. Selain karena lingkungan dan pergaulan, globalisasi juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab penyimpangan LGBT karena pengaruh budaya barat yang dengan mudahnya masuk ke Indonesia saat ini.

  • Faktor keluarga

Keluarga bisa menjadi salah satu alasan seseorang mengalami penyimpangan. Contohnya adalah ketika seorang anak perempuan mendapat trauma kekerasan di masa kecil oleh anggota keluarga yang berjenis kelamin lelaki. Trauma tersebut mendorong sang anak untuk membenci lelaki yang bahkan bukan menjadi alasan atas trauma masa lalunya.

  • Faktor biologis

Faktor biologis ini disebabkan karena faktor genetika. Misalnya adalah ketika seorang laki laki yang dipengaruhi oleh hormon testosteron, dapat mempengaruhi perilaku laki-laki mirip seperti perempuan.

LGBT Melanggar Pancasila Sila Pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa"

Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia yang nilai-nilainya diambil dari nilai-nilai yang ada dalam Bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara mengandung bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Sila pertama bermakna bahwa masyarakat Indonesia percaya bahwa adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta. 

Perbuatan menyimpang menandakan bahwa mereka tidak mempercayai bahwa Tuhan menciptakan makhluknya dengan berpasang-pasangan antar laki laki dan perempuan. Dilihat dari nilai-nilai kesusilaan, perbuatan seksual menyimpang merupakan perbuatan yang tidak sesuai dan bertentangan dengan prinsip Pancasila. Di Indonesia terdapat 6 agama yang diakui dan dari keenam agama tersebut tidak ada satupun yang membenarkan adanya penyimpangan LGBT. Keseluruhan agama menganggap Tindakan dan perilaku LGBT sebagai dosa dan bertentangan dengan ajaran agama sehingga sudah seharusnya diterapkan hukuman keras terhadap perilaku LGBT. 

Pencegahan LGBT

Pencegahan LGBT merupakan tugas bersama yang melibatkan Pendidikan, lingkungan, orang tua, dan pemerintah. Dari pihak Pendidikan, penting untuk memberikan Pendidikan dan pemahaman tentang LGBT sebagai perbuatan yang bertentangan dengan agama, hukum, dan dapat mengakibatkan berbagai penyakit. Orang tua seharusnya memberikan Pendidikan yang berarti dalam mendukung perkembangan seksual anak-anak. Pemerintah memiliki hak dan kewajiban dalam mengatur dan mengambil sikap terhadap Gerakan LGBT dengan berbagai kebijakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun