".... Bisa-bisanya dia bilang begitu didepan Rachel, gue belum siap mengungkapkan perasaan gue Vin...", teriak Gabriel di dalam hati.Â
Sudah terlihat secara jelas, bahwa waktu yang ada tidak dipergunakan Gabriel dengan sebaik mungkin, padahal itu merupakan kesempatan emas, karena Kelvin telah memancing Gabriel untuk segera menyampaikan perasaannya.
Alangkah baiknya, bila Gabriel mampu mengungkapkan perasaannya secara lebih awal kepada Rachel.Â
Setidaknya, Gabriel bisa tau lebih awal, apakah perasaan yang timbul di dalam hatinya akan berbalas, atau malah sebaliknya.Â
Kedua, diam-diam memendam rasa juga tidak ada hasilnya
Ini merupakan salah satu bukti bahwa berpura-pura tidak memiliki ketertarikan pada objek sasaran yang dituju jelas tidak akan memberikan hasil.Â
Seperti yang telah dijelaskan pada poin pertama, apabila Gabriel mampu mengungkapkan perasaannya secara lebih awal kepada Rachel, secara langsung, dirinya akan segera mengetahui hasilnya, tanpa harus menunggu berlama-lama.Â
Seseorang yang hanya sekedar diam-diam memendam perasaan tanpa adanya tindakan akan kalah dengan seseorang yang lebih cepat bertindak dalam tujuannya.Â
Ketiga, stuck alias tidak ada kemajuan
Sudah terlihat secara jelas apabila dipendam terus menerus, seseorang dengan accismus akan mendapati dirinya dalam keadaan yang itu-itu saja.Â
Perasaan cinta yang dihadirkan akan tetap berada di posisi itu-itu saja, ibaratnya, ketika dirinya telah berada di posisi ke 7 (dalam rentan penilaian 0-10), taruhlah ini masa pengenalan satu sama lain.
Di mana yang bersangkutan tidak berani untuk masuk ke posisi 8, karena belum siap mengungkapkan perasaannya, seperti yang dialami oleh Gabriel kepada Rachel.Â
Bila tetap dibiarkan, posisi Gabriel tidak akan pernah maju ke 8, yang ada, hanya akan mundur kebelakang bila tidak stabil di posisi ke 7.