Mohon tunggu...
Desy Hani
Desy Hani Mohon Tunggu... Lainnya - Happy reading

Hi, you can call me Desy - The Headliners 2021 - Best in Opinion Kompasiana Awards 2023 - Books Enthusiast - Allahumma Baarik Alaih

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Ketika Dihantui Perasaan "Spotlight Effect", Berikut Tips Ampuh agar Bisa Melaluinya

7 Februari 2021   19:11 Diperbarui: 8 Februari 2021   17:28 537
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber : jojonomic.com - Ilustrasi spotlight effect

Hadirnya spotlight effect, bagaikan hidup yang kita jalani menjadi sorotan mata tajam setiap orang yang kita jumpai

Setiap manusia di muka bumi ini, tentunya sangat senang bila mendapatkan sebuah perhatian, terlebih lagi bila perhatian tersebut disampaikan oleh orang terkasih. Tidak menutup kemungkinan, hati pun akan selalu bahagia.

Namun ternyata, ada salah satu perhatian yang mampu membuat hati tidak menjadi bahagia. Sebuah perhatian yang seakan-akan semua mata tertuju pada diri kita. Perilaku seperti ini dikenal dengan istilah Spotlight Effect.

Istilah "spotlight effect" diciptakan oleh Thomas Gilovich dan Kenneth Savitsky. Fenomena ini muncul pertama kalinya di dunia psikologi dalam jurnal Current Directions in Psychological Science pada tahun 1999 silam.

Dilansir dari verywellmind.com bahwa spotlight effect merupakan sebuah istilah yang digunakan oleh psikolog sosial untuk merujuk pada kecenderungan kita melebih-lebihkan seberapa banyak orang memperhatikan kita. 

Dengan kata lain, kita cenderung berpikir bahwa setiap orang secara terus menerus memperhatikan tanpa henti, hingga menyoroti semua kesalahan ataupun kekurangan kita.

Hal inilah seakan-akan menuntut kita untuk selalu tampil dengan sempurna. Namun nyatanya, semua orang yang telah kita tuduh tersebut tidak terlalu memperhatikan diri kita. Semua itu hanya sekedar perasaan semata.

Mari kita ambil permisalan secara sederhana untuk melihat spotlight effect yang telah dirasakan oleh seseorang.

Habibie merupakan salah satu karyawan di suatu perusahaan. Bisa dikatakan, Habibie termasuk salah satu dari sekian juta manusia di muka bumi ini yang selalu ingin tampil dengan sempurna.

Di kantor tempatnya bekerja, Habibie bisa dikatakan karyawan dengan julukan good looking. Mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki, penampilannya bisa membuat semua orang mengangkat jempolnya.

Namun suatu ketika, karena laporan dan harus segera dipresentasikan keesokan harinya, membuat Habibie harus begadang, sehingga jam tidurnya pun berkurang.

Singkat cerita, dirinya hampir telat pergi ke kantor, karena semua yang dilakukannya terburu-buru dan membuat Habibie lupa menggunakan "minyak rambut".

Laki-laki yang satu ini tidak akan pernah membuat rambutnya terlihat berantakan, dirinya sangat tidak menyukai hal tersebut. Namun tidak dengan kali ini.

Setibanya di kantor Habibie baru menyadari bila dirinya lupa menggunakan minyak rambut, seketika itu, Habibie merasa bila semua orang di kantor ini memandangnya, bila semua orang di kantor ini melihat rambutnya yang sangat teramat tidak rapi tanpa minyak rambut.

Sesekali Habibie tertunduk sepanjang berjalan melewati orang-orang di dalam kantor ini dan sesekali dirinya memegangi rambutnya, yang bagi dirinya, itu sangatlah tidak rapi.

Dirinya malu, tidak bisa berpenampilan dengan baik dan dirinya merasa seakan-akan telah diperhatikan oleh sekian banyak mata di dalam kantor ini.

Dari ilustrasi di atas, kita bisa menarik sebuah kesimpulan bahwa spotlight effect membuat seseorang terjebak pada kecemasan sosial. Meskipun nyatanya, itu hanya perasaannya semata.

Apakah kalian yang sedang membaca ini pernah merasakan spotlight effect seperti yang dirasakan oleh Habibie pada ilustrasi di atas? Tenang, jangan khawatir ataupun cemas, semuanya bisa dilalui dengan baik.

Sumber: halodoc.com - Ilustrasi spotlight effect
Sumber: halodoc.com - Ilustrasi spotlight effect

Untuk mengatasi yang namanya spotlight effect, kita bisa menggunakan tips berikut ini, agar kita mampu melaluinya tanpa harus merasa diperhatikan oleh sekian juta mata yang kita jumpai, seperti:

Pertama, bersikap cuek

Bersikap cuek nyatanya tidak berujung pada sesuatu yang dinilai negatif karena tidak memperhatikan lingkungan sekitar.

Namun sikap cuek ini sangat baik bagi kita yang merasa diperhatikan oleh sekian banyak mata yang tertuju kepada diri kita atau spotlight effect.

Seperti yang dilakukan oleh Habibie pada ilustrasi di atas, seandainya dirinya bisa cuek ketika sadar lupa menggunakan minyak rambut dengan tidak menunduk, misalnya. Seni bersikap bodo amat memang terkadang harus mampu tertanamkan, terlebih lagi di kondisi seperti ini.

Jangan khawatirkan keadaan sekitar yang seakan-akan menyoroti kita karena sebuah penampilan rambut yang tidaklah terlihat rapi, seperti halnya pada ilustrasi di atas. 

Bersikap cueklah dan seakan-akan tidak ada yang memperhatikan. Meskipun faktanya, spotlight effect hadir dan menghantui pikiran kita pada saat itu.

Kedua, percaya diri

Hal selanjutnya yang harus ditanamkan di dalam diri saat terjebak pada spotlight effect adalah dengan bersikap "pede". Pede-lah dalam menyikapinya, percaya doa, eh, percaya diri maksudnya. 

Dengan percaya diri, tentunya kita bisa menunjukkan sikap yang lebih tenang dan tidak terlihat sedang merasa gelisah.

Tetap kita ambil ilustrasi di atas, dimana Habibie sesekali memegangi rambutnya, dirinya sangat tidak percaya diri dengan tampilan rambut tanpa adanya polesan minyak rambut.

Saat mendapati diri sedang terjebak di spotlight effect, kita harus percaya diri dan jangan sampai gelisah.

Dengan bersikap percaya diri, kita telah meminimalisir keadaan seolah-olah sedang tidak terjadi apa-apa, meskipun nyatanya, kita sendiri sedang tidak percaya diri dengan penampilan tersebut.

Bila kita terlihat sangat gelisah, tidak menutup kemungkinan bila orang lain akan memperhatikan kita secara nyata dan pada akhirnya ini bukanlah spotlight effect lagi.

Ketiga, selalu tenang

Selanjutnya, apabila kita merasa terjebak di spotlight effect, jangan panik, tetaplah tenang, yakinkan diri bahwa semuanya baik-baik saja. Dengan bersikap tenang kita tidak akan menarik perhatian orang lain agar tertuju kepada kita.

Jangan mengambil tindakan seperti yang dilakukan oleh Habibie pada ilustrasi di atas, yaitu "menunduk ketika berjalan dan sesekali memegangi rambutnya". Bersikaplah biasa saja, seolah-olah tidak ada masalah. Pasanglah raut wajah yang terlihat tenang.

Tetap sapa setiap orang yang melihat kita sepanjang berjalan menuju ke ruangan kerja. Ambil langkah tenang agar semuanya tampak biasa saja. Meskipun faktanya, kita sangat tidak merasa nyaman.

Dari ilustrasi dan ketiga tips di atas merupakan sebagian kecil dari sekian banyak contoh perilaku, serta langkah agar bisa melalui spotlight effect.

Saya yakin, setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya spotlight effect, hal ini sangat wajar bila terjadi. Apabila terjebak di dalam kondisi seperti ini, jangan langsung memvonis secara dadakan bahwa setiap orang akan memperhatikan kita.

Salah satunya, tentang penampilan yang kita tunjukkan seakan-akan tidaklah baik (ini berdasarkan penilaian dari dalam diri kita sendiri, terhadap penampilan kita sendiri pula) dan menjadi pusat perhatian, meskipun faktanya belum tentu demikian.

Tidak menutup kemungkinan, bila seseorang yang telah terjebak pada spotlight effect akan cenderung berpikir secara spontanitas bahwa setiap orang yang berada di sekitarnya memang telah memperhatikan dirinya secara berlebihan.

Perlu diingat, saat hadirnya spotlight effect, kita harus percaya bahwa setiap orang yang kita jumpai tidak akan mengurusi kehidupan kita dan tidak akan memperhatikan penampilan kita secara berlebihan

Yakinlah, semua orang memiliki kehidupannya masing-masing, sehingga tidak memiliki waktu untuk menilai penampilan kita yang sedari awal kita anggap sangatlah kurang baik.

Jalanilah hidup sesuai dengan keinginan kita, jangan terlalu memperhatikan dan menjadikan patokan ekspektasi serta keinginan orang lain, terlebih lagi terhadap penampilan.

Nikmatilah hidupmu sendiri sesuai dengan keinginanmu, bukan keinginan orang lain. 

Well, jangan terlalu panik dalam menghadapi sesuatu di dunia ini, termasuk perasaan spotlight effect yang bisa muncul secara tiba-tiba. So, keep calm. 

Note: apabila ada kesamaan nama pada ilustrasi di atas, itu hanyalah sebuah kebetulan semata dan ilustrasi di atas hanya dipergunakan untuk memfokuskan pada satu kasus saja.

Demikianlah pembahasan saya pada hari ini. Saya mohon maaf apabila ada salah kata di dalam setiap penulisan artikel ini.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat

Thanks for reading

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun