Mohon tunggu...
Desan Ayu Khulasoh
Desan Ayu Khulasoh Mohon Tunggu... Mahasiswa Sosiologi Universitas Padjadjaran

Read, write, speak, and learn.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Berpikir Apresatif dalam Rangka Membangun Semangat Nasionalisme Pemuda

2 Desember 2024   18:39 Diperbarui: 2 Desember 2024   21:42 27
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Sumber: Radio Suara Banjar)

Menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan pemuda sangatlah krusial, terutama di masa kini yang dipengaruhi oleh globalisasi, kemajuan teknologi, dan pesatnya perkembangan media sosial. Sebagai generasi penerus bangsa, pemuda harus memiliki rasa cinta yang kuat terhadap tanah air, karena tanpa itu mereka bisa terpengaruh oleh budaya asing dan kehilangan jati diri nasional. Tantangan ini semakin besar dengan arus informasi yang beragam, yang kerap kali meredupkan nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, nasionalisme harus ditanamkan agar generasi muda tidak hanya merasa bangga terhadap kekayaan budaya dan sejarah bangsa, tetapi juga terdorong untuk berperan aktif dalam membangun negara. Di tengah kompetisi global, nasionalisme menjadi fondasi yang menyatukan keragaman dan memotivasi generasi muda untuk menghadapi tantangan dengan rasa kebersamaan dan semangat patriotisme yang kuat.

Berpikir apresiatif merupakan sebuah pendekatan yang menekankan pada pengenalan potensi, kekuatan, dan aspek-aspek positif, baik dalam diri individu maupun dalam suatu situasi, daripada berfokus pada kekurangan atau masalah. Pendekatan ini berasal dari konsep. Appreciative Inquiry (AI) yang dikembangkan oleh David Cooperrider, yang menyoroti pentingnya menghargai apa yang sudah berjalan baik untuk mendorong perubahan positif. Dalam praktiknya, berpikir apresiatif mendorong individu untuk melihat peluang dan hal-hal positif di sekitar mereka, serta mencari cara untuk mengembangkannya lebih lanjut. Pendekatan ini berperan dalam membangun optimisme, memperkuat rasa percaya diri, dan membantu seseorang fokus pada solusi alih-alih terjebak dalam permasalahan. Tidak hanya relevan bagi pengembangan pribadi, berpikir apresiatif juga efektif digunakan dalam konteks komunitas atau organisasi untuk menciptakan perubahan yang lebih konstruktif dan berkelanjutan.

Dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme di kalangan pemuda nyatanya dapat didudukung dengan berpikir apresiatif di kalangan pemuda dengan mendorong mereka untuk lebih menghargai kekayaan, budaya, sejarah, dan keragaman yang ada di tanah air ini. Dengan menyoroti kepada hal-hal bagus yang dimiliki Indonesia, seperti keindahan alam, tradisi lokal, prestasi nasional, serta persatuan dalam keberagaman, sehingga menimbulkan potensi pemuda akan merasa lebih bangga dalam menjasi bagian dalam bangsa ini. Dengan pendekatan apresiatif dapat memungkinkan mereka dapat melihat potensi besar yang ada di negara ini. Hal ini juga memotvasi mereka untuk berperan aktif dalam memajukan bangsa, karena optimisme dan keyakinan bahwa kontribusi mereka dapat menghasilkan suatu perubahan yang positif. Dengan demikian, berpikir apresiatif membentuk pola pikir yang konstruktif, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah tantangan globalisasi dan teknologi.

Berpikir apresiatif adalah pendekatan yang berfokus pada mengidentifikasi dan mengembangkan kekuatan serta potensi positif yang ada, baik dalam individu maupun kelompok. Menurut Cooperrider dan Whitney (2005) dalam jurnal mereka, berpikir apresiatif bertujuan untuk menggali apa yang berfungsi dengan baik dan membangun masa depan yang lebih baik berdasarkan keberhasilan tersebut. Dalam upaya membangun semangat nasionalisme di kalangan pemuda, penerapan berpikir apresiatif dapat dilakukan dengan mendorong mereka untuk merayakan pencapaian dan keragaman budaya bangsa. Contohnya, melalui kegiatan diskusi atau forum yang menyoroti sejarah dan kontribusi positif dari para pahlawan serta keberagaman budaya lokal, pemuda diajak untuk mengenali nilai-nilai yang menyatukan mereka sebagai satu bangsa. Selain itu, dengan melibatkan pemuda dalam proyek-proyek komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan lingkungan sekitar, mereka dapat melihat secara langsung dampak positif dari kontribusi mereka, yang pada gilirannya meningkatkan rasa bangga dan cinta tanah air. Dengan demikian, berpikir apresiatif tidak hanya membantu menumbuhkan kesadaran akan kekayaan bangsa, tetapi juga mendorong pemuda untuk berperan aktif dalam mempertahankan dan memajukan semangat nasionalisme di tengah berbagai tantangan global.

Dengan mengedepankan aspek positif seperti keberagaman budaya, sejarah, dan prestasi bangsa, pemuda dapat merasakan kebanggaan yang lebih mendalam terhadap identitas nasional mereka. Selain itu, pengaplikasian berpikir apresiatif dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan diskusi publik dapat menciptakan ruang bagi pemuda untuk berkontribusi secara aktif dan merasakan dampak positif dari tindakan mereka, sehingga mendorong mereka untuk menjadi lebih terlibat dalam upaya menjaga dan memajukan nilai-nilai kebangsaan. Dengan cara ini, berpikir apresiatif tidak hanya menumbuhkan rasa cinta tanah air, tetapi juga membangun solidaritas di antara generasi muda dalam menghadapi tantangan yang ada.

SUMBER: 

Cooperrider, D. L., & Whitney, D. (2005). Appreciative Inquiry: A Positive Revolution in Change. Berrett-Koehler Publishers.

https://positivepsychology.com/appreciative-inquiry/

 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun