Rasa 'stuck'? Itu normal, loh! Yuk, cari tahu penyebabnya dan temukan cara untuk mengatasinya!
Saat menatap langit-langit, tiba-tiba pikiran mengambang, "Apakah ini semua ada gunanya?" Saat kacamata roda hidup tampak terasa buram, kata 'stuck' menjadi pandangan yang sulit dielak. Tidak peduli seberapapun aktifnya hari-hari, ada saatnya merasa berada di jalur yang sama, berputar-putar tanpa tujuan.
Menyelami Konsep 'Stuck' dalam Hidup
Ada saat-saat ketika, meski jalur terbuka lebar, langkah terasa berat. Apakah ini yang dinamakan 'stuck'? Sejatinya, merasa 'stuck' adalah suatu kondisi psikologis di mana individu merasa tidak ada perkembangan atau kemajuan dalam hidupnya. Ketika hari berganti, namun tetap terasa sama, seperti terjebak dalam rutinitas yang monoton.
Tak jarang, kondisi ini timbul akibat tekanan sosial, lingkungan, atau pun hasil dari tuntutan diri sendiri yang berlebihan. Meski bukan suatu kondisi klinis, perasaan 'stuck' ini dapat berpotensi mengganggu kesejahteraan mental jika dibiarkan berlarut-larut.
Perasaan ini bisa merasuki siapa saja, tanpa mengenal usia. Tapi seringkali lebih sering muncul pada generasi muda yang sedang berada di masa transisi atau di ambang perubahan besar dalam hidup mereka. Dari masa sekolah menuju kuliah, dari kuliah menuju dunia kerja, atau dari lajang menjadi berkeluarga.
Mengapa Kita 'Stuck'?
Tahukah kalian, bahwa salah satu alasan utama perasaan 'stuck' ini adalah ketidakpastian? Ya, saat kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, kita cenderung merasa takut dan khawatir. Takut bahwa kita akan gagal, khawatir bahwa kita tidak akan bisa mencapai apa yang kita inginkan.
Dan inilah yang sering terjadi pada generasi muda. Mereka merasa 'stuck' karena merasa takut dan khawatir akan masa depan mereka. Mereka merasa bahwa mereka harus mencapai sesuatu yang besar dalam hidup mereka, dan jika mereka tidak dapat mencapainya, mereka merasa gagal.
Begitu juga dengan adanya tekanan dari lingkungan sekitar. Tekanan ini bisa datang dari teman sebaya, keluarga, atau bahkan dari media sosial. Mereka merasa bahwa mereka harus sejajar atau bahkan lebih baik dari orang lain. Dan ini membuat mereka merasa 'stuck', karena mereka merasa tidak bisa mencapai standar yang telah ditetapkan oleh lingkungan mereka.