Padahal, setelah menggantikan Jose Mourinho, Ole membukukan hasil bagus di awal kepemimpinannya sebelum resmi diangkat jadi pelatih. Sejak ditunjuk pada pertengahan Desember, dirinya membawa Mancester United meraih 14 kemenangan, 2 hasil imbang, dan hanya menelan 3 kekalahan. Apalagi, Ole membuat rekor dengan 10 kemenangan beruntun di Liga Inggris.
Banyaknya pemain cedera dan belum fit menjadi dugaan penulis kenapa tim berjuluk Setan Merah ini melempem. Ander Herrera, Anthony Valencia, serta Eric Baily menjadi pemain mendingan yang masuk dalam daftar cedera. Sisanya, banyak yang belum fit setelah cedera seperti Matic, Rashford sampai Alexis Sanches.
Silih berganti pemain yang tidak fit ini membuat Ole mau tidak mau memainkan skuat seadanya. Masih beruntung Manchester United menang pada saat comeback melawan PSG (sebelum disingkirkan Barcelona). Nyatanya konsistensi mereka belum terjaga.
Musim ini, Manchester United memiliki goal differences yang kalah jauh dari pesaing 'big six' lainnya. Tim tersebut hanya mencatat 13 goal differences dengan 63 goal serta 50 kebobolan. Semuanya menjadi yang terendah di antara pesaing enam besar lainnya.
Maksimalkan Laga Sisa, Minimalkan Lelucon
Dengan permasalahan yang sudah ada di era Mourinho ini, Ole wajib memaksimalkan 3 laga sisa. Kans untuk minimal bermain di Liga Eropa masih terbuka lebar mengingat perbedaan poin yang hanya 2 angka dari peringkat 5, Arsenal. Akan bersyukur pula jika bisa meraih tiket Liga Champions karena Chelsea hanya berjarak 3 angka dengan Manchester United di peringkat 4.
Bagi saya, Ole juga harus meningkatkan performa skuat harap maklum-nya tersebut. Duet maut Smalling dan Jones yang berujung maut sudah mengizinkan lawan menjebol 10 gol dari 5 laga terakhir di Liga.
Di lapangan tengah, Gary Neville sampai-sampai mempertanyakan kenapa Fred, pemain 60 juta euro tersebut setia dengan peran komedian-nya. Dan saya pribadi juga mempertanyakan kenapa Lukaku lebih sering menjadi pemain sayap daripada penyerang tengah yang memang sejatinya dia diciptakan. Mau menggantikan Di Maria?
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Para pendukung hanya bisa berharap bahwa Ole mengulangi kesuksesannya sebagai super sub pada saat menjadi pemain. Sang 'Pembunuh Berwajah Bayi' ini perlu menghidupkan kembali jiwa ke-iblis-an para pemainnya. Membawa iblis baru pada musim depan juga perlu dilakukan mengingat iblis-iblis lama mulai layu.
Ya, semoga. Jika tidak, para pemainnya hanya berakhir menjadi stok meme The Kopites untuk beberapa tahun ke depan.