[caption caption="Review film: Surat Cinta Untuk Kartini | Dokemntasi pribadi)"][/caption]Dear Kompasiana,suatu kebahagiaan bagi saya ketika berkesempatan untuk premier film "Surat Cinta  Untuk Kartini"bersama Kompasianer di bioskop XXI Epicentrum Kuningan,Jakarta.Ini kali pertama saya ikutan acara nobar Kompasiana.Nobar yang di mulai pukul 20.00 wib berlokasi di studio 2.
Mengapa saya ingin mengikuti film yang akan tayang secara serempak tanggal 21 April 2016 bertepatan dengan hari lahir ibu Kartini,karena saya mengagumi tokoh pejuang emansipasi wanita ini.Wanita Jawa keturunan ningrat namun merakyat. Cerita ini berlatar belakang sejarah Kartini sekitar tahun 1900 an yang dikemes secara apik dan menarik yang ditulis dalam cerita fiksi  oleh Vera Varidia, dalam besutan sutradara muda Azhar Kinoi Lubis yang diproduksi oleh MNC Picture.
[caption caption="film: Surat Cinta Untuk Kartini | Dokemntasi pribadi)"]
Demi bisa bertemu dengan Kartini berbagai cara dilakukannya. Seperti mendekati bude Dewi "abdi dalem".Wanita bertubuh mungil dan gempal ini cukup cerewet dia tahu kalau Sawardi menyukai diajeng Kartini. Disinilah adegan lucu tercipta. Si bude selalu ngoceh-ngoceh tiap kali Sawardi mau ketemu dengan berbagai alasan. Pernah Sawardi rela menemanin si bude belanja ke pasar dan membawakan belanjaannya demi melihat Kartini.
"Kamu itu kok ndak tahu diri mana mungkin Kartini mau denganmu,dia'kan turunan ningrat kamu rakyat!",ujar Mujur (Ence Bagus) Sawardi diam saja dia tidak membatah. Namun perasaan yang membuat hidupnya kian hari kian bersemangat tetap dipendamnya sendiri.
Suatu hari Kartini menyampaikan keinginannya untuk memberikan pendidikan gratis kepada rakyat bumi putera  khususnya kaum perempuan. Sawardi terkagum, seorang puteri bangsawan mau peduli pada rakyat miskin? Itu yang membuatnya semakin mencintai Kartini, walaupun perasaan itu dipendam,hanya dirinya saja yang tahu. Sawardi begitu bersemangat mencari lokasi tempat belajar. Dan ekspresi wajah Sawardi begitu sumringah "bahagia" ketika Kartini menyetujui usulannya belajar di tepi pantai.
[caption caption="Keterangan foto: Ningrum (Christabelle ) bersama penggemar | Dokemntasi pribadi)"]
walaupun perasaan cinta itu tidak pernah berani dinyatakan tapi Sawardi cukup puas  bisa memandang. Saya kagum dengan kepiawan sutradara Azhar yang menciptakan adegan-adegan konyol dan lucu untuk tokoh Sawardi. Seperti ketika Sawardi mendadak sakit tidak bangun-bangun ketika mendengar Kartini akan dijodohkan dengan bangsawan yang juga bupati Rembang namun sudah punya 3 istri.
Mujur,Ningrum kelabakan.Sawardi tidak bangun-bangun walaupun sudah dipanggil dukun.Akhirnya Mujur dapat ide memberikan selembar surat yang bertuliskan"Cepat Sembuh ya,dari Kartini".
Apa yang terjadi Sawardi langsung bangun,segar lagi dan berlari mengambil sepeda ontelnya menuju rumah Kartini dengan tujuan mengucapkan terimakasih atas perhatiannya. Mujur kalang kabut,karena dia tidak menyangka reaksi sahabatnya akan secepat itu. Untungnya ia bisa mengejar Sawardi. Betapa marahnya Sawardi merasa dikerjai, namun Mujur memberikan pengertian kalau ini tidak dilakukan Sawardi tidak akan sembuh. Adegan ini tentunya membuat penonton, "geeerrrr...",tertawa