Tahun 2021 ini menurut data UNESCO yang dilansir dari Kompaspedia.com.id ada sekitar 773 juta anak muda dan orang dewasa yang masih kurang ketrampilan literasi dasar.
Literasi dasar terutama literasi baca tulis memang yang paling mendasar. Tidak mudah mengajarkan baca tulis kepada mereka yang benar-benar masih buta huruf.Â
Terutama mereka yang tergolong usia dewasa. Ibarat batang pohon besar yang bengkok, agak keras dan sulit untuk ditegakkan. Butuh tenaga ekstra dan alat bantu seperti kayu untuk penyanggah.
Demikian pula orang dewasa yang baru belajar baca tulis. Ada saja kendala dan alasannya. Bukan berarti anak-anak lebih mudah diajari. Setidaknya mesti diarahkan dan dibimbing serta didukung dengan sepenuh hati.Â
Berdasarkan pengalaman ketika mengajarkan baca tulis pada anak-anak, ada beberapa faktor pendukung yang wajib diperhatikan oleh semua. Agar proses belajar baca tulisnya tidak sia-sia.
1 . Peran Orang Tua
Memanggil guru les privat ke rumah upaya yang dilakukan oleh orang tua agar anaknya lekas bisa baca tulis. Namun bukan berarti tugas tersebut dilimpahkan semua kepada guru les dan si anak.Â
Orang tua harus berperan aktif juga dengan mengulang pelajaran yang diberikan. Terutama di akhir pekan yang biasanya kegiatan les diliburkan. Jika belajarnya libur juga tanpa ada pengulangan. Niscaya akan lambat proses untuk si anak bisa baca tulis. Apalagi jika daya tangkap si anak lemah.Â
2 . Kesabaran
Mengajari anak belajar baca tulis butuh kesabaran yang ekstra. Apalagi orang dewasa yang belum bisa baca tulis. Sama-sama butuh kesabaran. Sebab lebih banyak yang dipikirkan dan biasanya kurang fokus. Jadi kesabaran sangat diperlukan dalam mengajar baca tulis. Baik si pengajar maupun yang diajari.