Mohon tunggu...
Deni Darmawan
Deni Darmawan Mohon Tunggu... Dosen - Ikatlah Ilmu Dengan Tulisan - silahkan berkunjung ke www.denidarmawan.id

- Penulis Buku Menulis itu Gampang, Kreativitas Menulis Kaum Rebahan, Legenda Sang Dakwah - Penulis buku dan artikel populer di Media Massa - Nominator dan Penerima Hibah Penelitian Kemenag RI Moderasi Beragama tahun 2021. - Dosen dan Tutor Online Agama Islam Univ. Pamulang dan Univ. Terbuka

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Dua Nikmat yang Banyak Dilupakan Manusia

23 September 2022   22:00 Diperbarui: 23 September 2022   22:08 344
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kiri : Pak Khairul Anam (Pengurus), Ust. Suyuti (Imam), Deni Darmawan (dokpri)

Oleh : Deni Darmawan

“Islam sangat memperhatikan kesehatan dan waktu luang” kata Deni Darmawan saat menyampaikan khutbah di PT. Pondok Indah Padang Golf, Tbk Jalan Metro Pondok Indah Jakarta Selatan pada Jumat (23/9/2022).

Pada kali ini, Deni menyampaikan khutbahnya dengan  judul Dua Nikmat yang Banyak Dilupakan Manusia. Allah SWT begitu banyak memberikan berbagai macam nikmat. Saking banyaknya, manusia tidak akan mampu untuk menghitungnya.

“Dari bangun tidur hingga mau tidur lagi, Allah memberikan bermacam-macam nikmat kepada kita. Saking banyaknya, kita tidak akan mampu untuk menghitungnya. Sebagaimana Allah SWT dalam firmanya di dalam surat an-Nahl ayat 18. Jika kamu menghitung nikmat Allah, maka kamu tidak akan mampu menghitungnya. Nikmati dan syukuti saja pemberian Allah,” jelas Deni yang juga menulis buku Legenda Sang Dakwah.

Deni melanjutkan, diantara berbagai macam nikmat yang Allah berikan, ada dua nikmat yang kebanyakan manusia lupakan. “Di dalam hadist Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, bahwa ada dua nikmat yang sering dilupakan kebanyakan oleh manusia yaitu nikmat sehat dan waktu luang,” ujar Deni yang juga pembimbing Kampus Unpam Mengaji.

Ajaran Islam sangat memperhatikan tentang kesehatan. Kesehatan menjadi hal yang sangat mahal harganya. Dengan kesehatan, maka badan akan segar, bugar, dan imun terjaga. “Kesehatan itu aspeknya luas. tidak hanya fisik, tapi juga kesehatan rohani, mental-psikis dan sosial. Dalam sabdanya, Nabi SAW mengatakan bahwa mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah. Kuat bukan saja secara fisik, tapi juga kuat imannya, ilmunya, dan ekonominya. Begitu juga di dalam Alquran surat al-Qasas ayat 26 Allah berfirman bahwa, sebaik orang yang engkau pekerjakan adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya,” ujarnya.

Ketika pandemi, begitu banyak pelajaran yang bisa diambil. Salah satunya adalah lebih peduli dengan kebersihan dan kesehatan. “Disaat pandemi, begitu banyak warga dunia yang berbondong-bondong berjemur di pagi hari agar imunnya meningkat. Minum berbagai vitamin dan melakukan olah raga agar tubuh tetap sehat. Kita akan merasa sehat itu mahal ketika kita sendiri yang sakit atau orang-orang yang kita cintai sakit dan tertular, bahkan ada yang meninggal. Ajaran Islam sudah mengajarkan agar hambanya menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan agar tidak terserang penyakit dan virus,” ungkap Deni yang juga dosen di Unpam dan Tutor Online di Universitas Terbuka.

Kiri : Pak Khairul Anam (Pengurus), Ust. Suyuti (Imam), Deni Darmawan (dokpri)
Kiri : Pak Khairul Anam (Pengurus), Ust. Suyuti (Imam), Deni Darmawan (dokpri)

Deni melanjutkan, di dalam Alquran dianjurkan untuk memakan yang baik dan jangan menjatuhkan diri pada kebinasaan. “Allah perintahkan kepada manusia makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi (2/168). Makanan bukan saja sekedar enak dan sedap dipandang, tapi juga harus halal, sesuai syariat dan baik (thoyyib), yang mengandung nutrisi, vitamin dan kesehatan untuk tubuh. Islam sangat memperhatikan tentang makanan (80/24). Makan dan minum tapi jangan berlebih sebab Allah tidak suka dengan sesuatu yang berlebihan. Dan Islam juga mengharamkan sesuatu yang buruk yang bisa merusak bagi tubuh kita,”jelasnya.

Deni juga menuturkan sebuah kisah, ada seorang tabib Yahudi yang datang dari Palestina yang meminta izin kepada Rasulullah untuk praktik pengobatan dan tinggal di Madina selama sebulan. “Akhirnya Tabib itu meninggalkan kota Madina. Ia lalu menjelaskan kepada Rasul bahwa ia sudah berjalan ke pelosok sudut Madina, namun ketika sudah keliling ia tidak menemukan orang yang sakit. Ketika Tabib tersebut bertanya kepada warga, mereka mengatakan bahwa mereka tidak akan makan sebelum datang lapar dan tidak makan sampai kenyang,” terangnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun