Perubahan iklim kini menjadi tantangan global yang mendesak. Dampaknya, seperti meningkatnya suhu bumi, bencana alam yang lebih sering terjadi, hingga ancaman bagi produktivitas pangan, terasa di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Sebagai negara kepulauan dengan populasi besar, Indonesia menghadapi risiko signifikan dari kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem, hingga kerusakan lingkungan. Untuk mengatasi tantangan ini, kita bisa belajar dari langkah-langkah yang telah dilakukan India dalam menanggulangi krisis iklim.
Langkah Strategis India dalam Menghadapi Perubahan Iklim
India, yang juga menghadapi tantangan besar sebagai negara berpopulasi besar, telah menunjukkan upaya serius dalam pengendalian emisi gas rumah kaca. Salah satu langkah pentingnya adalah mempercepat transisi ke energi terbarukan. India menargetkan produksi 500 GW energi dari sumber terbarukan pada tahun 2030. Infrastruktur besar seperti taman surya di Rajasthan, yang termasuk salah satu terbesar di dunia, menjadi bukti nyata komitmen mereka.
Tak hanya itu, India juga mempromosikan transportasi rendah emisi dengan mendukung kendaraan listrik. Subsidi yang diberikan pemerintah lewat program seperti “National Electric Mobility Mission Plan” berhasil meningkatkan adopsi kendaraan listrik sekaligus memajukan inovasi teknologi di dalam negeri.
Di sektor pertanian, India mengembangkan metode pertanian yang lebih berkelanjutan untuk mengurangi emisi metana (CH₄). Langkah ini dilakukan melalui pengelolaan pupuk organik, pemanfaatan biogas, dan inovasi teknologi dalam pengelolaan lahan serta peternakan.
Apa yang Bisa Dilakukan Indonesia?
Sebagai negara berkembang dengan kondisi serupa, Indonesia dapat mengadaptasi beberapa langkah yang diterapkan oleh India untuk menghadapi perubahan iklim:
1. Pengembangan Energi Terbarukan
Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga angin, dan tenaga surya. Dengan mempercepat pembangunan infrastruktur energi bersih, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Pemerintah juga perlu meningkatkan kebijakan yang menarik investasi di sektor ini agar target netral karbon pada 2060 dapat tercapai.
2. Transportasi Ramah Lingkungan