Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Penulis - Content Writer

Penyuka Sepak Bola. Segala tulisan selalu tak luput dari kesalahan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Balap Pilihan

Kali Ini Sepakat dengan Pemikiran Valentino Rossi

20 Oktober 2020   05:24 Diperbarui: 20 Oktober 2020   05:33 887
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Rossi kini harus bersaing dengan pembalap muda seperti Marc Marquez yang jauh lebih agresif. Gambar: Motogp via Okezone.com

Nama Valentino Rossi sangat melekat dengan ajang olahraga balap bernama MotoGP. Bahkan, beberapa tahun lalu, sekitar 2000-an pertengahan hingga 2010-an awal, saya sering mendengar ada yang selalu bilang, "aku mau menonton Rossi", alih-alih menonton MotoGP.

Saya pun mengakui jika nama Rossi sangat tenar dan paling berpengaruh dalam jagat MotoGP. Ia adalah pembalap yang selalu konsisten berada di baris terdepan di setiap balapan. Jika seorang pembalap sering berada di depan, otomatis dia sering tersorot kamera.

Itulah yang membuat banyak orang menjadi familiar dengan Rossi. Belum lagi dengan prestasinya yang gemilang. Bahkan, ia pernah menjuarai MotoGP secara beruntun dan sesekali hanya mampu digeser oleh pembalap lain.

Jika dihitung sejak 2001 hingga 2009, hanya ada dua pembalap yang mampu juara selain Valentino Rossi. Dua pembalap itu adalah Nicky Hayden pada 2006 dan Casey Stoner 2007.

Artinya, Rossi mampu menjuarai 7 musim dengan pencapaian 5 kali beruntun pada 2001-2005. Pencapaian itu juga semakin spesial, karena ia melakukannya dengan dua pabrikan berbeda, Honda (NSR dan Repsol) dan Yamaha (Factory).

Setelah sempat digeser dua musim beruntun oleh pembalap Amerika Serikat dan Australia itu, Rossi kembali bangkit. Ia sukses merengkuh dua gelar yang kemudian tanpa diduga (seperti) menjadi dua gelar terakhirnya.

Masa kejayaannya mulai tergerus, meski sebenarnya masih berada di performa yang luar biasa. Namun, sejak kedatangan Jorge Lorenzo di Yamaha pada 2008, pencapaian Rossi cukup labil.

Hal itu diperparah pada 2010, ketika Yamaha kembali berpesta juara dunia, tetapi bukan dengan Rossi. Jorge Lorenzo yang berhasil merengkuh juara dunia pertamanya.

Pose juara dunia 2010; Toni Elias (Moto2), Jorge Lorenzo (MotoGP), dan Marc Marquez (125 cc). Gambar: AFP via Bola.net
Pose juara dunia 2010; Toni Elias (Moto2), Jorge Lorenzo (MotoGP), dan Marc Marquez (125 cc). Gambar: AFP via Bola.net
Walaupun itu adalah pencapaian perdana Lorenzo di MotoGP, dan Rossi juga masih mampu finis kedua di musim itu. Tetapi, hasil itu telah cukup banyak mempengaruhi kemapanan Rossi di Yamaha, juga di MotoGP.

Bahkan, meskipun pada 2015 Rossi sangat dekat dalam upaya meraih titel ke-10 atau ke-8 di kelas MotoGP, ia sudah cukup kesulitan untuk menandingi Jorge Lorenzo dan pembalap lainnya, Marc Marquez. Bukan soal kemampuan, namun lebih ke arah menjaga fokus.

Jika berbicara soal teknik, Rossi masih bagus, walau kemudian tidak cukup baik dibandingkan Marc Marquez, karena faktor era. Eranya sejak 2013 adalah eranya pembalap dengan tipe membalap seperti Marc Marquez. Namun, Rossi masih cukup mampu, karena dia punya pengalaman sangat banyak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Balap Selengkapnya
Lihat Balap Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun