“Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).” (QS. An-Nuur: 42)
Mudik, kembali ke asal-usul melihat tempat dimana dulu dia tumbuh, untuk bertemu orang-orang yang dicintainya. Sejatinya hakikat pulang setelah Ramadhan adalah kembali ke haribaan Sang Khalik disertai manah yang mahabah tersandar pada Lengan Sejuk Yang Maha Pengasih dan Penyantun. "Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya." (QS az-Zumar : 54).
Ada fitrah siklus dialektika sangkan paraning dumadi yang ditetapkan pada manusia: berasal darimana, sekarang dimana dan kelak mau kemana. Ada proses penempaan selama perjalanan yg ditempuh sebelum menuju alam keabadian. Dari Ramadhan ke Ramadhan merupakan instrumen tempa mekanis religis yg mengasah penajaman labirin taqwa.
Ke manakah alamat mudik? Kepada Allah pasti semua akan kembali pulang. "Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yang puas lagi di-ridhai-Nya! Kemudian masuklah ke dalam (jamaah) hamba-hamba-Ku, Dan masuklah ke dalam surga-Ku!" (Al-Fajr :27-30)
Taqabbalallahu minna wa minkum.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H