Rabu, 15 Agustus 2018, adalah hari lahir Letnan Jenderal TNI (Purn) Rais Abin genap berusia 92 tahun. Usia cukup lama dan berpengalaman seperti Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang ketika terpilih, juga berusia persis sama, yaitu 92 tahun. Rais Abin pun sekarang masih aktif memimpin Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).
Rais Abin lahir di Koto Gadang, Bukittinggi, Sumatera Barat pada 15 Agustus 1926.
Awalnya tidak banyak yang saya ketahui tentang Letnan Jenderal (Purn) Rais Abin hingga seorang teman mengatakan "Anda tidak tahu tentang Pak Rais?," ujarnya setengah heran."Baca ini," ujarnya sambil memberikan koran harian "Pikiran Rakyat" 19 Januari 1977.
Saya baca selintas tentang pengangkatan Mayor Jenderal Rais Abin sebagai Panglima Pasukan Perdamaian PBB, di mana Sekjen PBB Kurt Waldheim membacakan keputusan pengangkatannya menjadi Panglima UNEF (United Nations Emergency Force/Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah).
Naluri jurnalistik saya bekerja.Saya langsung mewawancarai beliau sebagaimana terlihat dalam foto di atas.Waktu itu saya bekerja sebagai staf redaksi majalah "Biografi Politik."
Sejak itu, hubungan saya dengan Pak Rais terjalin baik dan pada tahun 2012, saya menulis buku untuk beliau berjudul:"Mission Accomplished, Mengawal Keberhasilan Perjanjian Camp David," yang diterbitkan penerbit Buku Kompas tahun 2012. Pak Jacob Oetama sebagai Pemimpin Umum Harian "Kompas" meluangkan waktunya menulis Sekapur Sirih dari buku tersebut.

Suatu ketika Pak Rais memperoleh bea siswa untuk melanjutkan ke Sekolah Pertanian Menengah di Sukabumi. Selanjutnya bekerja di sebuah perkebunan berlokasi di antara Purwakarta dan Cikampek. Semua itu terjadi pada tahun 1945, tahun tahun di mana panggilan untuk membela tanah air lebih utama ketimbang menjadi seorang ahli pertanian. Ternyata benar. Pak Rais Abin bergabung dengan gerakan Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo).Kemudian mendaftar di Markas Tertinggi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di bagian operasi luar negeri. Di bagian operasi luar negeri ini berkaitan dengan menyelundupkan senjata untuk pemuda pemuda kita yang tengah berjuang.
Berbagai tugas yang diembannya dilakukan dengan baik. Itu sebabnya Pak Jacob Oetama di dalam buku Pak Rais mengatakan bahwa jika kita membaca buku itu pasti akan teringat ketika Pak Rais Abin berpangkat Mayor Jenderal waktu itu menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Mengapa tidak, karena di bawah komandonya, pasukan UNEF II yang beranggotakan 4.031 personel berhasil mengamankan jalan menuju perundingan damai antara Mesir dan Israel yang berperang.
Pada 1978 Pak Rais melaporkan kepada PBB telah dilakukan persiapan perundingan tingkat tinggi antara para pemimpin Mesir dan Israel.Perdamaian akhirnya terwujud di Amerika Serikat pada 1979. Diawali dengan perundingan perdamaian di Camp David. Di bawah pimpinan Pak Rais dengan anggota pasukan berbagai negara itu, termasuk dari Indonesia sendiri, akhirnya terciptalah sebuah perdamaian antara Mesir dan Israel.
Sekarang di usianya yang ke 92, Pak Rais masih memimpin Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Tahun ini meruapakan periode ketiga kepemimpinannya sebagai Ketua Umum LVRI. Juga di ulang tahun ke 92 ini, beliau sebentar lagi akan menyerahkan estafet kepemimpinan dari generasi '45 yang diwakili Pak Rais kepada generasi selanjutnya di dalam tubuh LVRI.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI