Hingga perlahan namun pasti, satu per satu dari kami tergerak untuk bermigrasi ke layanan listrik prabayar. Kemudian seiring dengan testimoni-testimoni yang tersebar dari mulut ke telinga, migrasi pelanggan ke layanan listrik prabayar pun semakin banyak jumlahnya. Saat itu alasan kami sangat sederhana, dengan layanan listrik prabayar yang diilustrasikan seperti tabungan tadi, kami jadi bisa merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi kebutuhan listrik setiap bulannya secara mandiri. Artinya, kami berubah menjadi sosok manajer untuk konsumsi listrik di rumah masing-masing dengan meter prabayar sebagai asistennya, yang siap mengingatkan waktu pengisian pulsa. Dengan layanan listrik prabayar, kami merasa pembayaran ‘tagihan’ listrik menjadi lebih ringan, karena bisa ‘dicicil’; pembelian pulsa bisa disesuaikan dengan anggaran atau kondisi keuangan.
Bagaimana soal pembelian token? Saat itu nyaris tak ada kendala karena masing-masing ketua RT menjadi  agen token pulsa PLN. Melihat adanya peluang usaha baru, konter-konter pulsa pun juga mulai menyediakan token PLN.
Kini, sebagian besar masyarakat di kampung saya sudah menggunakan listrik prabayar sambil terus berusaha untuk berhemat listrik. Karena keterbatasan (baca : pembatasan anggaran listrik yang mereka lakukan) mereka jadi rajin mematikan lampu jika tidak perlu, menggunakan lampu yang lebih hemat energi, serta meminimalisir penggunaan energi listrik seefisien mungkin.
Oh iya.. ngomong-ngomong PLN punya program kampung hemat energi nggak ya? Kalau sekiranya belum ada, boleh dong segera diprogramkan. Tapi kalau memang sudah ada, saya mau mendaftarkan kampung saya. Hehe
Â
Epilog; Sebuah Renungan dan Ajakan
Perkara hemat listrik, sebenarnya bukan hanya demi kepentingan kita sendiri di masa kini. Tetapi lebih dari itu, juga soal pemenuhan kebutuhan masa depan anak cucu kita kelak, sebab energi yang ada sekarang dengan jumlah yang terbatas itu tak lain adalah titipan mereka.
      Â
Berbicara konsumsi energi listrik juga bukan hanya berbicara soal mampu membayar atau tidaknya, tetapi lebih dari itu, pola konsumsi listrik akan mencerminan karakter kita yang sebenarnya. Pandai mengelola uangkah? Peduli lingkungankah? Gemar berhematkah? Atau manjakah? Semua itu bisa terlihat dari bagaimana pola konsumsi listrik kita. Â
       Â
PLN sudah membuka jalan soal itu, dengan memberikan produk layanan yang diharapkan mampu menghemat tagihan dan konsumsi listrik kita, yakni listrik pintar (prabayar). Maka sekarang tinggal bagaimana perilaku konsumsi kita terhadap listrik bisa semakin membaik--tentu setelah bermigrasi ke layanan listrik prabayar ini.