Mohon tunggu...
Agustinus Darto Iwan Setiawan
Agustinus Darto Iwan Setiawan Mohon Tunggu... Lainnya - ASN, Blogger

Blogger Plat Merah

Selanjutnya

Tutup

Artificial intelligence

Apakah AI akan Mengambil Alih Pekerjaan Kita?

27 September 2024   09:01 Diperbarui: 27 September 2024   09:05 24
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Demikian pula, revolusi digital pada akhir abad ke-20 menciptakan ketakutan bahwa komputer akan menggantikan pekerjaan kantor. Namun, kenyataannya, pekerjaan-pekerjaan baru yang terkait dengan komputer dan teknologi informasi justru berkembang pesat, menciptakan jutaan lapangan kerja baru. Misalnya, pekerjaan seperti pengembang perangkat lunak, manajer jaringan, atau spesialis keamanan siber tidak pernah ada sebelum revolusi komputer. Bebetapa diantaranya justru menjadi pekerjaan favorit dengan gaji yang sangat besar. Betul, kan ?

Sekarang, kita menghadapi tantangan yang serupa dengan AI. Pekerjaan lama mungkin akan tergeser, tetapi pekerjaan-pekerjaan baru yang berhubungan dengan teknologi, data, dan inovasi akan semakin berkembang. Sektor-sektor seperti kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan analisis data kini menjadi salah satu bidang karir yang paling diminati di dunia.

Namun, transformasi ini tidak terjadi secara otomatis. Agar bisa memanfaatkan peluang yang diciptakan oleh AI, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan mereka. Pendidikan dan pelatihan ulang (reskilling) menjadi kunci utama agar pekerja dapat beradaptasi dengan kebutuhan baru. Pemerintah Indonesia telah menyadari hal ini dan mulai mengimplementasikan program-program untuk meningkatkan keterampilan digital masyarakat.

Salah satu program yang patut dicontoh adalah pelatihan keterampilan digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Melalui inisiatif ini, ribuan peserta dilatih untuk menguasai keterampilan seperti pemrograman, analisis data, dan AI. Program ini dirancang untuk membantu pekerja bertransisi ke pekerjaan yang lebih berbasis teknologi, yang sangat relevan di era AI ini.

Di sektor swasta, perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Microsoft dan Google juga menyediakan pelatihan online yang dapat diakses oleh siapa saja. Dengan demikian, siapa pun yang memiliki akses internet dan kemauan untuk belajar dapat mengikuti program ini dan memperluas keterampilan mereka di bidang teknologi.

AI memang membawa perubahan besar di dunia kerja, dan seperti halnya revolusi teknologi sebelumnya, perubahan ini datang dengan tantangan sekaligus peluang. Bagi pekerja di sektor padat karya, penting untuk memahami bahwa AI bukanlah ancaman yang tak terhindarkan, tetapi alat yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan peluang baru. Sementara beberapa pekerjaan mungkin akan tergantikan, peluang-peluang baru dalam bidang teknologi dan data science akan berkembang pesat.

Kuncinya adalah beradaptasi dengan perubahan, dan ini memerlukan kesadaran serta kemauan untuk terus belajar. Dengan pendekatan yang tepat, AI bukanlah akhir dari pekerjaan manusia, melainkan langkah berikutnya dalam evolusi dunia kerja.

Ada yang bilang dinosaurus punah bukan karena bencana hujan meteor yang dasyat sehingga menutup angkasa bumi selama puluhan tahun , tetapi karena dinosaurus terlambat atau tidak mampu beradaptasi. Sama seperti ini, pekerja pun harus segera beradaptasi.  Ingat, AI adalah alat yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan peluang baru

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Artificial intelligence Selengkapnya
Lihat Artificial intelligence Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun