Mohon tunggu...
Dani Ramdani
Dani Ramdani Mohon Tunggu... Lainnya - Ordinary people

Homo sapiens. Nulis yang receh-receh. Surel : daniramdani126@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Jelang Kualifikasi Piala Asia, Berikut Statistik Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia

4 Juni 2022   05:40 Diperbarui: 4 Juni 2022   05:47 228
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Indonesia akan melakoni Kualifikasi Piala Asia 2023 di Kuwait tanggal 8-14 Juni 2022. | Source: Dok PSSI

Indonesia akan bertanding di Kualifikasi Piala Asia 2023 yang berlangsung di Kuwait tanggal 8-14 Juni 2022 mendatang. 

Indonesia berada di grup A bersama tuan rumah Kuwait, Jordania, dan Nepal. Seluruh pertandingan sendiri akan digelar di Kuwait.

Demi bisa mentas di Piala Asia, Indonesia harus menjadi pemuncak grup atau jadi runner-up terbaik. Jika melihat lawan, tentu laga nanti tidak akan mudah bagi skuat garuda.

Indonesia sebenarnya bisa langsung lolos ke Piala Asia jika berhasil menjadi tuan rumah. Namun, Indonesia harus bersaing dengan Jepang. Seperti yang diketahui, fasilitas olahraga Jepang jauh lebih baik.

Sebagai ajang pemanasan, Indonesia lebih dulu melakukan laga uji coba melawan Bangladesh Rabu, 1 Juni 2022 kemarin.

Meski peringkat Indonesia jauh lebih baik, nyatanya anak asuhan Shin Tae-yong tak bisa mengalahkan Bangladesh. Indonesia dipaksa bermain imbang tanpa gol.

Tentu laga itu menjadi tolok ukur sejauh mana Indonesia bisa berkompetisi di Kualifikasi Piala Asia nanti. Meski begitu, Shin Tae-yong telah memilih 23 nama untuk Kualifikasi Piala Asia nanti.

Namun, kabar tak sedap didapatkan jelang kualifikasi dimulai. Pasalnya Sandy Walsh dan Jordi Amat tidak bisa bermain. Hal itu karena proses naturalisasi keduanya belum rampung.

Padahal tenaga kedua pemain itu sangat dibutuhkan oleh STY. Dari 23 pemain sendiri tidak jauh berbeda dari skuat yang dibawa saat uji coba kemarin.

Shin Tae-yong telah memilih 23 pemain untuk mengarungi Kualifikasi Piala Asia 2023. | Source: Dok PSSI
Shin Tae-yong telah memilih 23 pemain untuk mengarungi Kualifikasi Piala Asia 2023. | Source: Dok PSSI

Untuk kiper masih diisi oleh Nadeo Argawinata, Muhammad Adi Satriyo, dan Adi Trisna.

Di posisi pemain bertwhan diisi oleh Asnawi Mangkualam, Fachrudin Aryanto, Elkan Baggott, Pratama Arhan, Rizky Ridho, Edo Febriansah, dan Alfeandra Dewangga.

Di posisi tengah diisi oleh Rachmat Irianto, Marc Klok, Ricky Kambuaya, Abimanyu, Marselino Fedinan, dan Stefano Lilipaly.

Untuk pemain depan diisi oleh Terens Puhiri, Irfan Jaya, Saddil Ramdani, Witan Sulaeman, Dimas Drajad, dan Muhammad Rafli.

Egy Maulana Vikri sendiri dipastikan absen di kualifikasi nanti. Tidak jelas mengapa Egy absen, tapi jka kita melihat ke belakang saat SEA Games lalu Egy cedera. 

Pemain lain yang absen ialah Evan Dimas, Rio Fahmi Ilham, Irfan Jauhari, dan Ernando Ari. Kebanyakan pemain yang dipilih adalah skuat saat FIFA Matchday kemarin

Meski sulit, tentu kita tetap optimis agar pemain yang dipilih oleh Shin Tae-yong bisa memberikan yang terbaik. Pasalnya, Indonesia absen di Piala Asia sudan cukup lama.

Terakhir kali kita mentas di Piala Asia adalah tahun 2007. Itu pun kita bertindak sebagai tuan rumah. Artinya sudah 16 tahun kita absen di event tertinggi Asia ini. 

Statistik Shin Tae-yong

Debut pertama Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia adalah laga uji coba melawan Afganistan dan Oman. Dua laga itu berakhir dengan kekalahan.

Dua laga itu sekaligus menasbihkan jika Indonesia memiliki catatan kurang bagus saat berhadapan dengan negara Timur Tengah.

STY kemudian melanjutkan tiga laga sisa kualifikasi Piala Dunia bersama Indonesia. Hasilnya STY hanya meraih satu poin saat bersua Thailand dan sisanya kalah.

STY kembali memegang timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Dari delapan laga yang dilakoni, STY meraih 4 kemenagan 3 hasil imbang dan 1 kekalahan.

Dari total 20 laga bersama Timnas Senior, STY meraih 9 kali kemenangan 6 kali kekalahan dan 5 kali imbang. Artinya, rata-rata kemenangan STY bersama timnas masih di bawah 50 persen.

Dengan catatan itu, tentu masih kurang baik karena rata-rata menang masih di bawah 50 persen.

Meski begitu, semoga saja statistik itu bisa diperbaiki di kualifikasi nanti. Meski berat, tentu harus tetap optimis.

STY sendiri mengungkapkan salah satu hal yang paling berat menangani Timnas Indonesia adalah pemain tidak siap berkorban selayaknya pemain Vietnam.

Itu sebabnya, ia memutuskan untuk merombak semua pemain dengan skuat muda. Memang sangat beresiko, tapi inilah cara untuk memperbaiki timnas.

STY mengambil jalan sulit, artinya hasil dari yang ia latih sendiri akan terlihat dalam waktu jangka panjang. Dengan kata lain, STY menciptakan fondasi timnas.

Ke depannya, para pemain ini akan terus berkembang dan bukan tidak mungkin akan menjadi kekuatan baru di ASEAN. 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun