Awal-awal bulan ini Yogyakarta diguyur hujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Sebelumnya tidak ada masalah bagi saya, seorang pelajar di salah satu kampus di daerah babarsari, sleman Yogyakarta dengan curah hujan yang cukup tinggi ini yang setiap hari hampir turun hujan. Namun yang membuat saya akhir-akhir ini geram adalah banjir yang terjadi sepanjang babarsari ini, seperti yang ada pada gambar diatas. Gambar diatas adalah foto yang saya ambil sendiri pada waktu siang hari ketika hujan deras tiba-tiba mengguyur kota Yogyakarta, khususnya di daerah babarsari.
Hujan baru mengguyur sekita 30 menit, namun dapat dilihat seperti gambar diatas sepanjang babarsari telah menggenang hampir selutut orang dewasa. Banjir ini memang bukan hal baru di kawasan babarsari, namun yang perlu disoroti bahwa kawasan ini adalah kawasan ramai penduduk maupun bangunan besar seperti universitas, dan adanya pembangunan mall baru di kawasan babarsari tersebut. Dikawasan padat seperti itu seolah pemerintah daerah tidak memperhatikan drainase atau sanitasi pembuangan air hujan.
Saya sebagai salah seorang mahasiswa di salah satu universitas yang bertempat di babarsari merasa perlunya hal ini diperhatikan oleh masyarakat sekitar ataupun mahasiswa yang lain agar juga tidak menerima kejadian banjir ini hanya karena hujan yang deras semata namun ada sanitasi air hujan yang salah di kawasan babarsari ini. Mengingat jug tempat saya menempuh pendidikan juga membayar pajak setiap tahunnya, maka sepantasnya bila saya mengkritisi hal ini, karena dengan saya membayar uang gedung universitas juga ikut membayar pajak yang diberikan pemerintah untuk institusi pendidikan tersebut. Kewajiban saya untuk membayar pajak sudah saya penuhi, namun sekarang bagaimana dengan kewajiban pemerintah daerah untuk memperbaikinya.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H