Mohon tunggu...
Bd H
Bd H Mohon Tunggu... lainnya -

.................. (silahkam isi sendiri)........

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kubunuh Lelaki Laknat Itu

16 Agustus 2010   02:54 Diperbarui: 26 Juni 2015   14:00 128
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

BRRAAAK... pintu dapurpun di dobrak . " Biar Bu... biar ku bunuh saja manusia laknat itu..." " Tidak nak, jangan sampai kau lakukan itu..." " Apa..?, Bisa - bisanya ibu berdiam diri melihat dia menggauli Pelacur itu di rumah ini Bu?"  dengan amarah Astri meraih pisau itu, sedang sang Ibu tak kuasa menahan tubuh anak perempuannya untuk menghalangi apa yang hendak di perbuatnya. Leher tersayat dalam dan pisaupun di biarkan tertancap di punggungnya..darah segar mengalir di sekujur tubuh Lelaki Tua itu... " Astagfirullaaaahh, kenapa sampai kau tega melakukan itu Nak?" isak tangis haru menggelegar jeritan kengerian memekakkan telinga.. Ke esokannya di sel tahanan kantor polisi, "Sudah lah Bu, tidak usah di tangisi, dia pantas kok di bunuh." "Tapi dia itu suamiku, dan juga Ayahmu nak" Wanita tua itu memeluk anak perempuannya sambil terisak, "Huuueekk...Huueekk..Sebentar bu saya ke toilet dulu". "Sakit kah kau nak?" Astri menggelengkan kepala " Aku... hamil Bu" jawabnya terbata Ibu Terkejut " Hah..? Lalu siapa Ayah si jabang bayi itu nak?" Tanyanya " SUDAH KU BUNUH SEMALAM !! "

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun