Mohon tunggu...
Danang Hamid
Danang Hamid Mohon Tunggu... Wiraswasta - Freelance, father of three and coffee

Voice Over Indonesia Talent, Radio, Father of three and Black coffee

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Jeje, Jangan-jangan Janji Jiwa?

25 Juli 2022   08:35 Diperbarui: 26 Juli 2022   12:31 317
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Salah satu sudut CFW (Tangkapan Layar  Street View/Youtube)

Semenjak Citayam Fashion Week di Kawasan elite Sudirman menjadi viral hingga disoroti media fashion dari Jepang, bahkan para artis dan pelaku fashion hingga Gubernur  Ridwan Kamil dan Anies Baswedan pun turut menjajal catwalk di zebra cross di sekitar Dukuh Atas, Jakarta, nyatanya membuat saya turut mengikuti perkembangan dan beritanya.

"Kamu sudah mulai terjeje-jeje, Nang," kata teman saya suatu hari.

Fenomena suburban culture ini cukup menarik, semenjak VT wawancara Nadia Tegar FYP di TikTok, cukup menggelitik untuk ditonton. Dari sini kemudian muncul VT-VT lainnya dengan adegan-adegan serupa, di mana para remaja yang belum tujuh belas tahun ini tak jarang bikin geleng-geleng kepala kita para orangtua dengan tingkah polos dan jawaban-jawaban lucunya. 

Dan dari sini pula saya kira, mengapa kawasan Dukuh Atas ini menjadi begitu fenomenal, lalu muncul berbagai ikon dari mulai Bonge, Wahyu, Roy, Kurma dan Jeje.

Menariknya, Zebra Cross yang dijadikan stage rendah buat catwalk, dimana Paula Verhoeven sempat menjajal runway di situ bersama Bonge, pemuda eksentrik yang jadi bagian dari viralnya SCBD. Yang tak luput dari perhatian saya adalah Kopi Janji Jiwa - Citywalk Sudirman. 

Tulisan Janji Jiwa jika sedang tidak terhalang lautan orang  nonton orang, cukup mencolok dengan pemilihan font-nya yang artistik mirip tulisan tangan. 

Tongkrongan tempat ngopi memang selalu menarik perhatian saya, meski hanya sekedar melirik sekilas jika sedang lewat. Belakangan, Coffee Shop atau kedai kopi memang hype juga di berbagai daerah di Indonesia. Sayangnya, ketika terjadi pandemi guna menghindari penyebaran virus, maka kegiatan ngopi on the spot jadi sepi.

Yaudah, Berhenti dulu bicara kopi, karena bicara soal kopi waktu tiga minggu nggak bakal cukup untuk membahasnya karena kopi adalah diplomasi dan identik dengan berbagai macam obrolan, kesempatan, keakraban dan kadang kelamaan nongkrongnya bahkan ketika kopi sudah terlalu lama mendingin diganti lagi seduhan baru, bisa tak berujung. 

Kita tengok gadis cantik nan mungil yang populer dipanggil Jeje, ia dikenal sebagai seleb Tiktok dan model fotografer Jalanan yang kini sudah kebanjiran jutaan fans dan segudang kesibukan mulai dari banyaknya endorse-an, tampil di podcast, collab bareng Youtuber dan lain-lain. 

Berdasarkan hasil penjelajahan ke berbagai dunia sosial media, mulai dari mulai TikTok, Instagram, Twitter, Facebook sampai Youtube, akhirnya diketahui Jeje punya nama Jasmine Laticia,ia ternyata anak keturunan campuran Belanda-Sunda, ayahnya Belanda ibunya Sunda. 

Jika nama Jennifer Lopes disingkat Jlo atau J-lo, seharusnya nih,ya! Menurut saya ini, mah. Jasmine Laticia nama singkatnya jadi Jla apa J-La gitu. Apa karena pengaruh unsur Sunda, bahwa kita sering menemukan pengulangan bunyi pada nama? Misalnya Rahman jadi Maman, Ramdan jadi Dadan, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun